Story cover for Manusia Idealis by adelazkia
Manusia Idealis
  • WpView
    LECTURAS 84
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 84
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado oct 24, 2019
Akulah MANUSIA IDEALIS. Hidup di negeri berdemokrasi. Pencinta prinsip sendiri.
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir Manusia Idealis a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#695syair
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
"ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku de D_Prayogo
5 partes Concluida
semua kisahku bermula saat pertama engkau hadir dihadapan mataku. wajah itu tak pernah hilang dari bayangan anganku. selalu menghanyut senyummu dalam kalbuku. semua kisah puisi hanya menggambarkan tentang keindahan dirimu. tak pernah bosan tanganku menulis untukmu. tak pernah lelah jemariku melukiskan indahnya parasmu. sinar mentari,tiupan angin,desiran rumput,kemersik daun,kicauan burung,gemercik air, bag menggambarkan pesona indah parasmu. alunan seruling bambu,senduh dentingan gitar, terus mengiringi merdu suaramu dalam relung hatiku. tak pernah lupa selalu terngiang dalam kepalaku " bang Ar!". setiap saat, setiap hari, aku berusaha selalu ada untukmu. menjagamu sekeras apa pun, membimbingmu sejauh apa pun, menuntunmu sesulit apa pun. bagai sepasang merpati yang selalu terbang beriringan, bagai sepasang kelinci yang selalu melompat bersamaan. namun, aku hanyalah akar untukmu. yang menopangmu, menjaga agar kau tetap berdiri.namun, aku hanyalah aliran air untukmu. yang menjadi wadah untukmu berenang semakin jauh. senyummu adalah bahagia untukku, namun tangismu bukanlah sedihku. karena aku harus kuat untuk membuatmu tersenyum sepanjang hari. hingga kau melantunkan suara merdumu "bang Ar!". namun, bagai dentuman guntur di siang bolong, bagai derasnya hujan di panas terik. semua berubah karena ke egoisanku. karenaku, bunga yang indah mekar kini layu dan gugur. karenaku, angin sepoi peniup melodi kini menjadi badai topan yang ganas. yang tinggal hanya dentingan pedang yang beradu, hanya desingan peluru yang memburu. saling membekas luka, menyayat sembilu dalam relung hati. menjatuhkan merpati, membinasakan kelinci, menumpahkan darah di sepanjang perjalanan yang tersisa. kini hanya ada akar tanpa pohon, air tanpa ikan, dan selembar kertas putih. kini yang terbakar hanya amarah yang mengatakan "tolong jauhi aku!".
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Surat si Perindu Langit [REVISI] ✓ cover
Vierra [COMPLETED] cover
"ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku cover
MERBABY  cover
Lelaki di Tahun 2011 [DONE✔️] cover
Albarian dan Zelia [ Open Pre-order ] cover
Garis Luka cover
Mutasir Kritis (PROSES) cover
The Rainy Nights (END) cover
Lelaki Berdada (Ketika Cinta Tak Direstui Tuhan) cover

Surat si Perindu Langit [REVISI] ✓

17 partes Concluida

"Aku selalu merindukan langit, tapi aku tak yakin bisa meninggalkan orang-orang yang ku cintai di bumi." -Ghaza Albirruni- "Wahai perindu langit, ajarkan aku tuk merindu pada Rabbmu, Sang Pemilik Langit." -Hagia Sophia ©YusiAlfatih