Rintihan Bumi Pertiwi

Rintihan Bumi Pertiwi

  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Oct 25, 2019
Di tengah hingar bingarnya adu persepsi kepala per kepala, tidakkah kalian dengar rintihan bumi kita saat ini? Tuan, pertiwiku tengah merintih. Sudikah tuan meluangkan waktu emasnya, tuk dengarkan selirihan saja rintihan pertiwi kita.
Creative Commons (CC) Attribution
#26
pendapat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Ketika Cinta Menemui Rindu
  •      Progressive
  • Aphelion✔
  • TAKE CARE OF YOU
  • Blamed |Hwang Renjun| [END]
  • SABIAN
  • NA DAY'S | Na Jaemin [END]

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines