ANGGIE

ANGGIE

  • WpView
    Reads 952
  • WpVote
    Votes 150
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 23, 2020
Hidup terus berjalan apapun yang terjadi bukan? Seperti Anggie, meskipun dia teramat sering terluka. Hidup baginya akan terus berjalan. Senyum akan terus terkembang. Seseorang tak perlu tahu kesedihannya. Bahkan jauh dari tempat yang disebut rumah tak membuat semuanya membaik. "Everything gonna be all right." kata itu bagi Anggie hanya omong kosong belaka. Dia bahkan tidak pernah baik-baik saja. Tapi setiap kisah pasti punya Sang Pahlawan atau Sang Pangeran. Seseorang yang siap menopangnya. Seseorang yang siap mati untuknya. Seseorang yang akan membantunya keluar dari lingkaran kesedihan itu. *** "Iya, lo belum tahu aja seberapa bahagia hidup gue." "Lo kayaknya salah jurusan. Harusnya lo masuk seni peran. " "Jangan simpen sendiri." "Terus kita apa? Teman itu saling membantu. Saling meringankan beban." "Tuhan baik ya, nyatuin kita yang punya nasib sama. Sama-sama dicampakkan dan tanpa kasih sayang. Untuk saling memberi kasih sayang. " ~~ ARTEC SERIES~~ Happy Reading ;) Cover by A'isah Lia =Anggie,@A'isah_lia | 2020 | All right
All Rights Reserved
#3
anggie
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tulisan Sastra✔
  • Perfect Queen
  • Penghujung Rasa [END]
  • AYARA [END]
  • FIZYA
  • Gone(✔)🔚
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)
  • Barananta [Terbit]
  • Ini Kisahku (TAMAT)
  • Iridescent

[SUDAH TERBIT] "Sahara, hidup itu perihal menyambut dan kehilangan. Kamu tahu lagu Sampai Jumpa-nya Endank Soekamti, kan? ya kira-kira begitu lah. Tapi kamu tahu alasan kenapa manusia punya perasaan? sebab itu adalah satu-satunya cara kamu mengingat dengan kesan yang tak habis-habis. Jadi jangan terlalu sedih jika menemukan kehilangan-kehilangan lainnya. Sedihlah seperlunya, lalu ingat bahwa sebenarnya kamu tidak benar-benar kehilangan. Sesuatu itu abadi dalam kenang yang kamu bawa dalam perasaanmu. Sampai sini paham, kan?" "Sastra, kamu lupa tentang satu hal. Semakin singkat suatu cerita, semakin dalam luka yang tertoreh. Kehilangan memang akan terus terjadi. Tapi kalau boleh aku memilih, aku belum siap kehilangan kamu." Catatan: baca cerita ini di rumah aja, jangan ditempat umum. Demi keselamatan kita bersama. Terima kasih. Copyright© Tenderlova, 2020 LovRinz Publishing Hak cipta dilindungi undang-undang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines