Memeluk Pohon [Completed]
Ada anak bernama Arumi, namun mungkin sebenarnya ia adalah gema dari tanah yang bersih, angin yang jujur, dan hujan pertama yang selalu dinanti. Di setiap langkah kecilnya, hutan tidak hanya menjadi tempat-melainkan teman bicara, pelindung, bahkan guru yang tak pernah kehabisan pelajaran.
Memeluk Pohon bukan hanya kumpulan kisah, tapi adalah napas alam yang dituangkan dalam kata-kata. Pohon-pohon yang berbeda memberi pelukan yang berbeda: ada yang hangat seperti ingatan ibu, ada yang dingin seperti rahasia yang belum terungkap. Di balik setiap daun yang gugur, ada makna yang terbangun diam-diam.
Buku ini adalah undangan lembut: untuk berhenti sejenak, mendengar kembali nyanyian dedaun, menyentuh kulit bumi, dan mengingat bahwa sebelum manusia belajar bicara, mereka pernah menyimak suara alam.