Dokter Cakep With Gadis Raja

Dokter Cakep With Gadis Raja

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sun, Oct 27, 2019
"Menjaga Lo dari orang brengsek itu adalah tugas gue tolol" ujar Natan dengan nada tinggi, Melihat mata Laras membendung yang enggan siap akan jatuh membasahi pipi manis nya itu "Iya Natan memang salah Laras yang kurang berhati-hati" Laras menunduk kan kepalanya "Maafin Laras, Laras tadi nunggu Natan untuk jemput Laras di kampus" suara Laras yang kini berubah dengan sebuah Isak an kesedihan "Enggak Ras, Ini salah gue, Kenapa gue bisa biarin Lo nunggu gue lama di kampus" ucap Natan "padahal di kampus Lo ada si brengsek itu" mata Natan sedikit menampakkan kebenciannya kepada Bernard " sudah jangan menangis, ada gue disini" ujar Natan berniat membuat hati Laras lebih baik dari sebelumnya Natan hanya bisa pasrah melihat Laras yang sembari tadi menangis "Udah Ras lo gak perlu menangis, Lo udah aman sama gue" Ucap Natan sembari mengangkat dagu Laras sedikit keatas tepat pada pandangan nya Tidak ada respon dari Laras, hanya saja Laras memandangi mata bulat Natan yang sembari tadi berniat menenangkan hati nya Udara sejuk berhilir lalu, membuat Natan si pria berhati batu itu tertegun melihat tingkah laku Laras yang kini tubuh nya di peluk oleh gadis manja itu
All Rights Reserved
#150
keikhlasan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Kamu, Aku dan CINTA (end)
  • Our Emergency Calls
  • dimana janji tersebut
  • Arkan&kiara
  • I AM YOU [NEW VERSION]
  • Winter
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • GEVRONZ

"Gala.." lirih gadis itu yang kini menatap nanar ke arah laki-laki disampingnya. "Kenapa hem?" Tanya nya kemudian, satu tangannya terangkat mengusak rambut hitam itu yang dibiarkan tergerai. Cantik, sangat cantik. "Papah.." Gadis tersebut berhenti sejenak, tak kuat melanjutkan kalimatnya tatkala suara isakan lolos begitu saja dari kedua belah bibirnya. Hatinya gundah. "Papah mau nikah Gal, gue takut-" "Gue takut papa gak sayang lagi sama gue. Gue gak bisa." Tangisnya pecah, takut, sebelumnya ia tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini. Ia sungguh tidak bisa walaupun hanya untuk sekedar membayangkan bagian terburuknya. Laki-laki disampungnya hanya bungkam. Tak pandai mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan direngkuhnya tubuh itu kedalam dekapannya. Dipeluknya erat, seolah-olah mengatakan bahwa gadis itu akan baik-baik saja. "Dengerin gue, kalaupun itu terjadi. Lo masih punya gue. Rumah kedua lo. Orang yang akan selalu ada disamping lo." -------------- "Gala....tolong jangan tinggalin gue." Mohon Renja. Kedua air matanya kian berderai ketika Gala justru malah bangkit berdiri dari duduknya. "Maaf Ren, gue gak bisa. Dia butuh gue." Ucapnya dan segera bergegas pergi. Meninggalkan Renja sendirian yang kian menganga lukanya dan sama membutuhkannya. Atau bahkan sangat membutuhkannya. Dan untuk yang kesekian kalinya ia ditinggalkan oleh orang-orang tersayangnya. Nyatanya manusia itu berubah. Ia menyesal karena pernah begitu percaya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines