VirgoRies
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 30, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
VirgoRies When Virgo boy meet Aries girl Cowok Virgo yang suka nge-wibu dan dingin. Dan cewek Aries dengan sifat keras kepala dan cuek. Jika mereka bertemu apa yang akn terjadi? Gilang Adichandra, cowok yang dingin malas berbaur dengan orang lain dan cuma satu teman. Menurutnya itu tak masalah dan punya banyak teman menurutnya itu sangat mengganggu ketenangannya. Syafira Jasmine, cewek yang keras kepala jika di peringatkan. Kadang aura cowoknya akan keluar jika dirinya benar-benar kesal, dan akan cuek dengan orang yang baru dia kenal. ... "Jangankan jalan bersamamu, berbicara dengan mu saja hati ini sudah sangat bahagia." -Fira- "Pertanyaan ku hanya satu, boleh aku memilikimu untuk selamanya?" -Gilang- Copyright 2019 @Zodiacsign_Aries
All Rights Reserved
#154
jasmine
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • BE A RAINBOW
  • Panah Rasa (BangRosé) | END
  • •AREKSA• ( On Going )
  • The Crocodile (END)
  • Tiga Serangkai
  • ARGALA -END-
  • ARA (tamat)
  • ARGHAZA [REVISI]

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines