Story cover for BACKSTREET [COMPLETED] by bbyavocadohere
BACKSTREET [COMPLETED]
  • WpView
    Reads 5,530,637
  • WpVote
    Votes 163,254
  • WpPart
    Parts 38
  • WpView
    Reads 5,530,637
  • WpVote
    Votes 163,254
  • WpPart
    Parts 38
Complete, First published Oct 26, 2019
Mature
21+
Warning : mature content | DILARANG KERAS MELAKUKAN PLAGIARISME‼️

[ Cerita diprivate, silahkan follow untuk membaca semua chapter ]

"Kau setuju jika aku mengabadikan moment ini?" tanya Rafael meletakkan sebuah kamera yang menyorot fokus ke arah tubuh polos Mikayla.

"Aku tidak setuju!"

Plak!

"Jangan berteriak padaku, sugar"

- - -

-bbyavocadohere
All Rights Reserved
Sign up to add BACKSTREET [COMPLETED] to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 7
Toxic Relationship cover
Dangerous [COMPLETED] cover
My Sugar Daddy is a MONSTER (SUDAH TAMAT DI KARYAKARSA DAN GOODNOVEL) cover
Atelophobia [COMPLETED] cover
HOTTEST [oneshoot] cover
Driving Me Crazy √ [COMPLETED] cover
Rex Vester 0.2 | Joshua Hong ✔ cover

Toxic Relationship

12 parts Ongoing Mature

Di dalam hubungan ini, hanya ada aku dan rasa kesal mu *** "Menurutlah Nona, mungkin Tuan akan berbaik hati dengan meringankan hukuman mu," ucap Pria yang sama. Tidak mungkin! Dia Kris, tangan kanan dari seseorang yang Kaluna benci dan secara bersamaan juga ia cintai. "Apakah kau bisa menjamin Kris, bahwa ucapanmu benar?" tanya Kaluna dengan datar. Kris terdiam. "Kau bahkan tidak bisa menjamin dirimu sendiri akan selamat darinya jika tidak berhasil membawaku pulang bukan?" tanya Kaluna lagi dan Kris tetap tidak beraksi. Kaluna mendengguskan napasnya. Kaluna berjalan mendekat ke Kris, sebelah tangannya ia masukkan ke kantong celana yang ia pakai. Berhenti tepat di depan Kris, ia melirik ke arah belakang Kris, dimana beberapa anak buahnya berdiri. "Ada 4," batin Kaluna. Kembali memusatkan pandangan ke arah Kris. "Kau terlalu setia Kris, bagaimana jika kau bilang pada Tuan mu bahwa aku di temukan meninggal dunia? Kau tidak akan kena hukuman, begitu juga aku. Kau bisa mengambil jasad seseorang yang sudah rusak, anggap saja itu diriku. Selesai!" Kaluna mencoba menawarkan kerja sama. Kris terdiam, "Nona, kau tau bukan bahwa Tuan bisa mendengar semua ucapanmu saat ini." Kaluna melirik earphone yang terletak di telinga kiri Kris. "Sial!" umpat Kaluna. *** Kaluna tidak pernah tahu. Dari tangan yang pernah menyelamatkannya, datang genggaman yang tak akan pernah melepaskannya.