Runway's Villainess

Runway's Villainess

  • WpView
    Reads 15,469
  • WpVote
    Votes 1,799
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 18, 2021
Ayahku membenciku. Kakakku selalu menyebarkan cerita aneh tentangku dengan wajah polosnya. Orang-orang termasuk tunanganku membenciku karena rumor itu. Aku benci semua, aku benci mereka dari dasar hatiku. Adikku menyewa orang untuk membuangku kehutan. Kurasa ini adalah saatnya aku bebas dari orang-orang biadab itu. Bisakah aku bahagia?
All Rights Reserved
#97
villainess
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Survive as Hero's Mother  (SELESAI)
  • Villain Also Has A Reason [END]
  • [SUDAH TERBIT] I Like My Brother
  • Hei, Araya! [End]
  • Bukan Antagonis [END]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Only for Villainess (Tamat)
  • ALZEA (TERBIT)

Sebagai salah satu manusia yang terkena seleksi alam di era kapitalis, aku tidak banyak berharap begitu sadar terlahir sebagai Celine, salah satu karakter jahat, seperti kebanyakan jenisnya, mati. Pantang menyerah, aku pun melakukan segala pencegahan. Satu, tidak terlibat dengan karakter penting yang akan menelurkan Hero, pahlawan pria, dan Heroine, pahlawan perempuan. Dua, menjalani hidup apa adanya. Tiga, lulus dari akademi dan mengelola bisnis. Akan tetapi, aku justru tidak sengaja menghabiskan satu malam bersama Julian, ayah masa depan Hero. Dengan kata lain, aku mengambil alih posisi ibu masa depan Hero. *** Setelah lima tahun bersembunyi, melahirkan putra yang ternyata mewarisi ciri khas Julian, aku pikir bisa hidup damai selamanya. Namun, haha.... "Bagaimana bisa kau meninggalkanku dengan rasa bersalah?" Julian, ayah tokoh utama pria, berhasil menemukanku setelah lima tahun. Bukan hanya muncul sebagai pahlawan, Julian pun berhasil membersihkan Pulau Nicta; pulau yang seharusnya dibereskan oleh Hero. "Kau pahlawanku. Tidak mungkin aku mengabaikanmu." Oscar, ayah Heroine, hendak membalas budi atas jasaku melindunginya dari perundungan selama di akademi. Selamat tinggal, kehidupan damai dan nyaman milikku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines