We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Diffa
  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 29, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Bumi itu berputar tidak selamanya kita berada ditempat yang sama,akan ada saat nya kita bertukar posisi. Mungkin hari ini kamu dibawah,tapi tidak ada alasan jika besok atau lusa kamu berada di atas. Karena pada dasarnya diatasi langit masih ada langit. Itulah moto hidup Diffa putri azhara, seorang gadis yang memiliki masalalu suram. Masalalu itu yang membuat diri nya berubah menjadi pribadi yang tertutup. Diffa selalu benci pada laki-laki yang memainkan perasaan perempuan, karena itu adalah bagian dari masa lalu nya. "Perlu berapa kali gue bilang! Gue ga suka sama lo! Apalagi sama sikap lo,jangan harap gue bakalan berbaik hati buat bales perasaan lo itu!" Ucap Diffa ditengah kerumunan manusia yang sedang menonton dirinya dan cowo itu Setelah mengucapkan kalimat tadi ia pergi keluar dari kerumunan tersebut,dia benci jadi pusat perhatian.bukan-bukan perhatian,lebih tepatnya pusat rasa penasaran. Tapi Diffa lupa dengan moto hidupnya bahwa bumi itu berputar,lantas apa yang akan terjadi dengan diri nya dan laki laki tadi?apakah Diffa tetap teguh pendirian atau akan luluh?
All Rights Reserved
#756
masasma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • Diary Cewek Tomboy [A Five]
  • Alex(A)
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • Because I'm Stupid (End)
  • Awas Jatuh Cinta
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Jodohku
  • Aku yang Ada Di Antara Kalian (Sudah Revisi)
  • ketika senja menyapa

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines