AIDAN [COMPLETED]

AIDAN [COMPLETED]

  • WpView
    Reads 32,482
  • WpVote
    Votes 4,672
  • WpPart
    Parts 52
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 19, 2020
"Aidan itu misterius, tapi aku suka." Berawal dari sekedar 'kagum'. Laura memberanikan diri untuk menyatakan perasaanya pada sang pujaan hati. Aidan Hamizan. Meski yang di dapat adalah penolakan, Laura tetap tidak goyah. Baginya, Aidan itu seperti kumpulan puzzle yang harus ia susun dengan sabar agar terpecahkan gambar aslinya. Laura harus pelan-pelan memasuki kehidupan laki-laki itu walau pada akhirnya Aidan-lah yang terpaksa harus terdorong masuk ke dalam hidupnya. Laura. Sejatinya gadis itu lebih misterius dari yang ia kira. Setelah mengenal secara langsung, Aidan tahu gadis ini benar-benar pembohong besar, karena bagaimana bisa ia masih tersenyum lebar di saat ia tidak sedang baik-baik saja?
All Rights Reserved
#28
sinrin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trust
  • || Save Me ||
  • Sekelas
  • I'M NOT PSYCHO
  • Pernikahan Dini (TAMAT)
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Cuaca
  • SUMMER RAIN
Trust

Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah. Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan? Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana. Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines