SPARKLING DJ (Raws Festival 2019)

SPARKLING DJ (Raws Festival 2019)

  • WpView
    LECTURAS 5,025
  • WpVote
    Votos 1,928
  • WpPart
    Partes 32
WpMetadataReadConcluida vie, nov 29, 2019
WpInfo
Ficción
Romance
Hai... haiii... aku ganti cover. Biar lebih fresh. Bikin pakai Canva. Pict : aku ambil dari Pinterest. Yang ngepin banyak. Sudah kusearch pakai google image enggak ketemu artist/pemiliknya siapa. Yang tahu boleh diinfokan ke aku ya, nanti kutambah di creditnya. Sparkling DJ adalah judul yang akhirnya kupilih, sesuai dengan karakter Agni dan Desika. Agni yang suka memercik kalau disulut dan Desika yang spontan. DJ = Des dan Jes. Des dan Jes adalah panggilan sayang mereka masing-masing. Kalau kalian mengikuti dari awal, sudah ada di bab ketika mereka di rumah sakit. Gitu aja deh. Enjoy the ride!
Todos los derechos reservados
#5
middlegrade
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Bumblebee {Nohyuck} Going To Season 2
  • SUNDROP - a collection of 🐨🌿 stories
  • RUMIT
  • Cassandra✔✔

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido