LEVEN

LEVEN

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, Jun 5, 2021
"KAMU!" Aku terkejut saat melihat seorang lelaki rupawan duduk di sampingku. Senyuman lebar, dengan tangannya yang melambai. Tak lupa sapaan hangat yang menurutku menyebalkan di telingaku. Dan juga aku harus terjebak bersamanya karena ajakan berkeliling ke Jakarta. Sebuah kisah aku yang tak sengaja membuat hidup seorang patung karena sentuhan tanganku. Pesan yang ingin disampaikan oleh lelaki tersebut kepada semua anak-anak. Tingkahnya, sifatnya, dan juga keberadaannya entah mengapa membuatku terasa nyaman. *** "Hai, aku Dewa!" "Kamu ngapain di sini? Bukannya kamu seharusnya di Muse--" Dewa tertawa dan aku kesal.
All Rights Reserved
#176
fantasiindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)
  • RAKA || TAEHYUNG [COMPLETED]
  • Menyimpan Rasa (END)
  • Buku Sihir Calon Arang
  • PITALOKA | Sekala Ruang Renjana
  • Lain Dunia (Tamat)
  • Mythology Universe (1) : HIRAETH
  • I'm More Than Just A Princess
  • Ken Umang dalam cinta Ken Arok
  • My Duchess / End

Aku hampir saja membuat kesalahan besar. Sangat BESAR. Tuliskan dengan huruf kapital tercetak tebal. Besar! Jenis kesalahan yang bukan hanya mengancam keselamatanku, melainkan menyeret keluargaku kepada kehancuran. Pokoknya masalah deh. Untung bencana bisa kucegah. Andai segala ingatan "pengalaman pahit" kaum kelas bawah tidak menghantam kepalaku di waktu yang tepat, mungkin sekarang aku akan jadi manusia ngenes. Sebelum aku sempat mengikuti kemauan segerombolan cewek "iri dengki paket lengkap" yang menyuruhku mengganggu Riana Forster, putri kesayangan keluarga Forster, karena dia menjadi kekasih keluarga Gauthier ... fiuh untunglah. Untunglah! Untung saja aku sadar! Aku pun mengikuti saran para tokoh penerima isekai (berdasar pengalaman baca sih) dan memilih jalan lurus; tidak menikung, menukik, apalagi jungkir balik. Apa enaknya menginginkan cowok orang lain? Lebih baik kunikmati privilese yang kudapatkan di kehidupan kedua. Jaya! Jaya! Jayaaaaa! Akan tetapi, perkiraanku salah! Iya sih, aku tidak menjadi musuh orang penting. But, why? Why oh why sepertinya aku menjadi target orang yang seharusnya tidak aku usik? Tolong beri tahu aku letak kesalahan rencana hidup aman dan nyaman milikku sekarang juga! Astaga sumpah mati aku nggak ada rencana jadi orang jahat. Sebaiknya utamakan diskusi demi mencari mufakat. Oke? Oh apa? Calon suami? Mama, tolooooong! Kenapa ada cowok mengaku calon suamiku?

More details
WpActionLinkContent Guidelines