clown boy (the psycho maniax)

clown boy (the psycho maniax)

  • WpView
    Reads 114
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 27, 2019
Jerome Valeska adalah seorang pembunuh anarkis yang gila. Dia adalah saudara kembar yang lebih anarkis dari otak kriminal yang obsesif dan metodis, jeremiah valeska Dilahirkan dan dibesarkan di haly's circus , Jerome membunuh ibunya kira-kira pada usia delapan belas tahun, yang menyebabkan penangkapan dan penahanannya di Arkham asylum . Setelah berselisih dengan narapidana lain yang didalangi oleh theo galavan, ia menjadi pemimpin THE MANIAX dan menimbulkan kekacauan di kota itu. Ini kemudian menyebabkan pengkhianatan dan pembunuhannya di tangan Galavan, meskipun kematiannya menyebabkan gerakan bawah tanah yang ditujukan kepadanya dan cara berpikirnya.
All Rights Reserved
#19
sedikit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KINGS: Themis
  • Become The Antagonist's Sister?
  • Enigma Jenggala
  • Killer's (Completed)
  • The Hell Four Floors
  • Senandung Kematian [Selesai]
  • I Became Antagonis Brother
  • Sarah Daymenic (END)
  • THE FORGOTTEN HEIR

Aria. Ia adalah anak kandung yang hilang. Dan saat kembali, tempatnya... telah digantikan. Tak ada pelukan. Tak ada air mata rindu. Yang ada hanya tatapan takut-takut kehadirannya akan merusak "kebahagiaan baru" yang bukan untuknya. Tapi ia diam. Ia bertahan. Karena ia masih punya satu hal yang dunia belum rebut darinya: saudari kembarnya, Asia. Sampai hari itu datang. Satu jebakan. Satu tragedi. Dan Asia... tak pernah kembali. Ia sendiri selamat. Tapi tidak utuh. Ia kehilangan lebih dari tubuh-ia kehilangan tempat, suara, dan makna. Dan dunia... tetap memilih membela mereka yang tampak bersih, tapi kotor di dalam. Ia bersuara-namun diasingkan. Ia hadir-namun dilupakan. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali. Bukan sebagai gadis yang pernah ditinggalkan. Tapi sebagai bayangan keadilan itu sendiri. Tenang. Tak bercela. Tak tersentuh. Menggeliat dalam gelap yang samar, berpura-pura bahwa ia adalah cahaya. Dan ketika mereka yang dulu mencintai yang salah mulai tumbang satu per satu, mereka bertanya: "Kenapa kami?" Ia hanya tersenyum. Lembut. Tajam. "Bukankah kita sedang bercanda?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines