JEJAK LENTERA

JEJAK LENTERA

  • WpView
    LECTURAS 236
  • WpVote
    Votos 37
  • WpPart
    Partes 19
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, dic 15, 2019
WpInfo
Poesía
RANK: #5_Jejak ( 07/11/2019 ) #4_Jejak ( 08 /11/2019 ) sengaja saya beri judul dengan "JEJAK LENTERA" karna semua kata kata yang terkandung dalam buku ini mempunyai makna tersendiri bagi saya, yang mana kata "Jejak" saya artikan sebuah pengalaman atau kejadian dan kata "Lentera" saya artikan sebagai penerang dan petunjuk jalan. jika di gabungkan secara keseluruhan JEJAK LENTERA bisa di artikan "sebuah pengalaman dan kejadian seseorang atau diri sendiri yang saya olah menjadi sebuah puisi dan motivasi berharap yang membaca ketika menghadapi situasi atau kejadian tersebut rasa sesak atau bebannya bisa sedikit terobati dan berusaha kembali untuk menemukan jalan keluar dari masalah tersebut". Terimakasih dan selamat membaca😊😊🙏 Note: Jangan lupa tinggalkan jejak komentar mu dan vote untuk menjadi penyemangat terus berkarya. Salam hangat dari pemula...🙏
Todos los derechos reservados
#42
semangat
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kasir Favorit Ibu
  • REANA [SELESAI]
  • True Love??!
  • Sampai Sini [End]
  • Mentari Tak Harus Bersinar (Dokter-Dokter)MASIH LENGKAP
  • Bad Romance
  • Kata Baper「Quotes」
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • ARLANDIRA (TAMAT)
  • mr.bean Ibrahim  End|

"Boy, lihat deh mbak kasirnya." "Cantik ya?!" spontan ibu berucap. Di suatu waktu di baris antrean menuju meja kasir, Ibu yang berdiri tepat di sebelahku tiba-tiba berbisik akan hal itu kepadaku. Entah apa maksud dan tujuannya secara eksplisit memuji kecantikan petugas kasir yang sedang sibuk memindai sejumlah barang belanjaan milik pengunjung lain itu. Yang jelas aku tak begitu menggubris perkataan Ibu, dan hanya sekejap mata memandang ke arah kasir itu. Kemudian bertolak menuju pintu keluar, membiarkan Ibu mengantre sendirian. Namun, tak pernah kuduga sebelumnya. Berawal dari celoteh yang kuanggap biasa di pertemuan selanjutnya. Reaksi yang kuterima justru membuatku terpukau oleh sebuah pesona. • • • Top 5 Rank [06.07.24] - #1 Terindah [16.07.24] - #2 Poem [01.10.24] - #1 Frasa [05.02.25] - #2 Cita [05.02.25] - #3 Poetry [27.03.25] - #1 Dreamer [27.03.25] - #3 Sajak image from : pinterest cover edited by : @nandaruproject

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido