Prince Ren ZX

Prince Ren ZX

  • WpView
    Membaca 198
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung1h 6m
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Des 22, 2019
Ren ZX. pangeran pewaris tahta yang berasal dari galaksi Andromeda, Raja Sargon adalah ayah dari Ren dan di tahun 1940an Raja Sargon pernah mengikat perjanjian dengan seorang manusia dari bumi yang bernama Rudi. Rudi pernah menolong Raja Sargon yang terluka karena pesawat ekspedisinya jatuh di bumi. Raja Sargon tinggal di bumi selama 10 tahun. Raja Sargon belajar banyak dan mengikat perjanjian dengan Rudi bahwa suatu hari keturunannya akan menikah dengan keturunan Rudi. Raja Sargon memberikan kalung berbentuk bola kecil biru yang terlihat seperti galaksi Andromeda pada Rudi .Dengan pesan Rudi harus memberikan kalung itu kepada anak perempuan nya. Rudi tidak memiliki seorang putri tapi dia memiliki cucu perempuan, dia memberikan kalung itu kepada cucu perempuannya. Rudi berpesan kepada cucunya apabila kalungnya bersinar itu berarti ia akan segera bertemu dengan calon suaminya. Ternyata kalung itu adalah chip transmiter atau pemberi sinyal ke galaksi Andromeda. Ketika sinyal itu menyala Raja Sargon memerintahkan anaknya yaitu Prince Ren ZX untuk segera pergi ke bumi dan mencari calon istrinya- dan hanya diperbolehkan kembali ke galaksi Andromeda jika telah berhasil membawa istrinya. Tapi ketika dia tiba di bumi, sinyal itu menghilang dan Ren pun mau tak mau tinggal di bumi,ditemani ajudan nya yang bernama Veyner. Selama 20 tahun Ren membagikan kejeniusannya dan ikut memajukan peradaban dunia dengan membuat perusahaan berbasis IT dan teknologi,Ia menjadi pengusaha dan inventor termuda dan terkaya. Dia memiliki segalanya. Sebagian besar wanita hanya ingin hartanya saja. Tapi menurut Ren dia tidak peduli dengan semua kekayaan atau ketenaran di dunia ini. Yang terpenting adalah menemukan calon istrinya yang adalah manusia bumi,membawanya ke Andromeda dan segera duduk di tahta karena kondisi Raja Sargon yang semakin tua. Akhirnya selama 20 tahun menanti sinyal yang berasal dari kalung yang bernama UTX 77 itu pun menyala.Kalung itu berada di Jakarta,Indonesia.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#47
bahasaindonesia
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Last Signal ✔️
  • Shanarqie
  • BANDOENG DIKALA MALAM [ON GOING]
  • Di Bawah Cahaya Lampu Kota
  • Hak Milik Arissa Aura Sofea | Ongoing
  • ( EBOOK ) The Heartbreaker Muammar Raid
  • Bumi

"MENJAUHLAH DARIKU!!" "Matt, kumohon jangan seperti ini, kau akan aman bersama ku" "PERGILAH!!" tak sengaja Matthew mendorong Elena dengan sedikit kencang hingga ia terpental sedikit jauh ke tanah "Matt" ucap Elena sembari menangis melihat lelakinya yang sedang memeluk tubuhnya sendiri untuk menenangkan jiwanya yang sedang tak baik baik saja "Matthew Carter" selalu hidup dengan rumus dan gravitasi. Di usia 25 tahun, ia sudah menjadi insinyur muda berbakat di NASA, seorang pria jenius yang terbiasa bekerja di balik layar peluncuran roket, merancang lintasan yang menembus langit. Dunianya rapi, penuh logika, tanpa ruang untuk hal-hal yang tidak bisa dihitung, termasuk cinta, namun sayangnya depresi nya sudah mulai merusak pikirannya, tanpa ia sadari ia hampir meyakiti perasaan wanitanya. "Elena Morgan" 23 tahun, mahasiswi S2 Ilmu Komunikasi di Boston University. Ia percaya pada kekuatan kata-kata, pada sinyal yang bisa menjembatani jarak antara manusia. Bagi Elena, komunikasi bukan sekadar teori, melainkan seni yang bisa menyentuh hati siapa saja. Berbeda dari Matthew yang rasional, Elena penuh warna, spontan, dan berani mengambil risiko. Takdir mempertemukan mereka di sebuah danau Interlaken, Swiss. sebuah kota kecil yang dikelilingi pegunungan bersalju. Apa yang dimulai dari percakapan singkat di sebuah kereta pegunungan, tumbuh menjadi koneksi yang tak bisa mereka pahami, sebuah "sinyal" yang lebih kuat daripada jarak dan perbedaan mereka. Namun, ketika Matthew kembali pada pekerjaannya di NASA dan Elena terjebak pada ambisinya di dunia media internasional, sinyal di antara mereka mulai terganggu. Di antara orbit, pesan-pesan yang terlewat, dan rahasia yang tak terucapkan, mereka dipaksa menghadapi pertanyaan yang sama. Apakah cinta mereka mampu bertahan? atau hanya akan menjadi "The Last Signal" yang menjadi pesan terakhir yang tak pernah benar-benar terkirim?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan