Story cover for Spiral Dimension by Forlan_Amaku
Spiral Dimension
  • WpView
    Membaca 42
  • WpVote
    Vote 21
  • WpPart
    Bab 4
  • WpView
    Membaca 42
  • WpVote
    Vote 21
  • WpPart
    Bab 4
Lengkap, Awal publikasi Okt 27, 2019
Ingatan dan mimpi yang saling berkaitan kadang menghantui pikiran seorang remaja laki - laki  berusia 16 tahun bernama Arkana Mahendra Putra 
            Pertanyaan demi pertanyaan muncul seiring bertambahnya umur Arka, nama panggilan kecilnya. Hari ini, adalah satu hari sebelum hari ulang tahunya yang ke 17 tahun.
            12 Desember 2032. Seperti biasa Arka selalu merenung dibawah rindangnya pepohonan pesisir pantai, sembari mencari jawaban akan apa yang menghantui pikiranya selama ini.
             Angin sepoi - sepoi berhembus, tedengar suara merdu dari tirai bambu yang saling bersenggolan, membuat hati Arka tergugah untuk memandang indahnya lautan biru dengan awan yang terlihat mempesona pada siang hari itu.
           Arka mulai berjalan pelan dengan wajah yang terlihat dipenuhi dengan tanda tanya dalam hidupnya. Diatas pemecah gelombang itu, Arka terdiam, berdiri memperhatikan ikan berwarna hijau pudar yang seakan menyatu dengan air laut.
             Terlihat jelas plang yang menunjukan ketinggian air mencapai 20 meter. Arka tersenyum tipis dan perlahan menjatuhkan dirinya. Tidak, Arka tidak menjatuhkan dirinya, Arka kehilangan kesadaranya.
              Tenggelam dalam kondisi setengah sadar, hangat dirasakan tubunya seakan sedang bernapas didalam air. Perlahan Arka mulai membuka matanya, dan dari sinilah jawaban dari semua tanda tanya remaja tanggung berusia 16 tahun itu terungkap.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Spiral Dimension ke perpustakaan Anda dan menerima pembaruan
atau
#25dimension
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
"Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END] oleh aksaraberbicara_
22 bab Lengkap
[Belum direvisi, EYD berantakan] Pernahkah kalian mendengar kalimat ini, "Setiap kebahagiaan yang kamu berikan kepada orang lain, akan kembali kepadamu bahkan lebih indah" Arka, seorang bocah yang belum genap berusia 15 tahun termenung mendengar kalimat itu diucapkan untuknya. Yahh.. Arka cukup memepercayainya. Tak ada manusia yang hidup tanpa sebuah cobaan, baik si kaya maupun si miskin memiliki cerita, luka dan tawanya masing masing. Tentu saja tak jarang, manusia diturunkan oleh semesta sebagai perantara penguji untuk sesama manusia lainnya. Karena itu, Terkadang rasa sakit yang paling nyata berasal dari orang terdekat, maka level tertinggi dari emasnya hati seseorang adalah memaafkan dan mengikhlaskan. Bagai berada didalam Andala, rasanya sungguh menyesakkan. Akan sangat sulit berdamai, namun Arka akan selalu mencoba memaafkan. Bukankah dunia hanya bersifat fana? Tentu saja, kalimat diatas bukan lah kata kataku. Kutipan itu berasal dari sebuah novel yang Arka baca, dan dari sana lah Arka mendapatkan kekuatan. Membuat orang lain terus merasa bahagia, tentu saja hal itu diluar kemampuannya. Tapi sungguh ketika orang lain tersenyum karena dirinya, adalah sesuatu yang berharga. Karena itu Arka sangat gemar menularkan tawanya untuk semesta, namun ia justru sering kali lupa bagaimana cara tersenyum ketika sendirian. Maka berterima kasihlah ia kepada setiap novel yang dibacanya, buku buku yang penuh rangkai kata indah itu selalu berhasil membawanya kekehidupan penuh warna. Karakter fiksi yang tercipta dari rasa sakit ataupun keinginan terpendam para penulis itu mampu menariknya dari kegelapan. Jadi jika kalian memutuskan untuk mengikuti keteguhan hati seorang bocah kecil kesayangan kedua abangnya ini, Maka ku ucapkan selamat datang pada kehidupan bahagia Arka Arelio! -Y21 September 2022 (Selesai dipublish pada : Minggu, 9 April 2023 Pukul 16.24 wib)
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 8
Lautan cover
RAKA: Diantara waktu Yang Tak Pernah Memeluk cover
AKARA (Terbit) cover
74/366 cover
Yarrow [SELESAI] cover
SEGEL PARA DEWA cover
"Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END] cover
Hope cover

Lautan

35 bab Lengkap

Menurut Biru, hidup itu ibaratkan seorang manusia yang mengambang di tengah lautan lepas. Di tengah fatamorgana kebiruan itu manusia punya pilihan, antara berusaha atau justru sebaliknya, meski dia tidak tahu persis apakah ia akan tetap hidup atau mati kesia-sian. Tapi setidaknya masih ada keinginan untuk menggapai harapan, bahwa ia akan menemukan daratan. Dalam perjalanannya, tentu ada terik, badai, dan ombak pasang yang hampir menenggelamkan. Dalam benaknya terbesit dua kemungkinan, daratan itu ada dan indah atau daratan itu abu-abu dan hanyalah oasis dari angan ketidakpastian. Biru tahu terlalu lebay menyamakan hidupnya dengan nasib manusia yang sedang terombang-ambing. Namun mental remajanya yang masih labil membuatnya selalu menyerah, sama seperti pilihannya jika di tanya seandainya Biru sendiri yang mengambang di lautan lepas. Biru tak bisa berenang seperti Samudra, kembarannya, yang bahkan pernah juara satu lomba renang dan lagi-lagi di puji Papa. Biru tak bisa cantik macam matahari yang dapat mencairkan sikap dingin Arvin. Dan Biru selalu tak bisa menghindar dari segala kritikan dan sikap nyeremin Nebula, yang ibaratkan kutub negatif tertarik ke kutub positif. 2. 12. 2022 s/d 25. 01. 2023 [ Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang ]