Spiral Dimension

Spiral Dimension

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Wed, Nov 6, 2019
Ingatan dan mimpi yang saling berkaitan kadang menghantui pikiran seorang remaja laki - laki berusia 16 tahun bernama Arkana Mahendra Putra Pertanyaan demi pertanyaan muncul seiring bertambahnya umur Arka, nama panggilan kecilnya. Hari ini, adalah satu hari sebelum hari ulang tahunya yang ke 17 tahun. 12 Desember 2032. Seperti biasa Arka selalu merenung dibawah rindangnya pepohonan pesisir pantai, sembari mencari jawaban akan apa yang menghantui pikiranya selama ini. Angin sepoi - sepoi berhembus, tedengar suara merdu dari tirai bambu yang saling bersenggolan, membuat hati Arka tergugah untuk memandang indahnya lautan biru dengan awan yang terlihat mempesona pada siang hari itu. Arka mulai berjalan pelan dengan wajah yang terlihat dipenuhi dengan tanda tanya dalam hidupnya. Diatas pemecah gelombang itu, Arka terdiam, berdiri memperhatikan ikan berwarna hijau pudar yang seakan menyatu dengan air laut. Terlihat jelas plang yang menunjukan ketinggian air mencapai 20 meter. Arka tersenyum tipis dan perlahan menjatuhkan dirinya. Tidak, Arka tidak menjatuhkan dirinya, Arka kehilangan kesadaranya. Tenggelam dalam kondisi setengah sadar, hangat dirasakan tubunya seakan sedang bernapas didalam air. Perlahan Arka mulai membuka matanya, dan dari sinilah jawaban dari semua tanda tanya remaja tanggung berusia 16 tahun itu terungkap.
All Rights Reserved
#3
dimension
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • AKARA (Ending)
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • SEGEL PARA DEWA
  • Voices In The Ocean : Cursed Man, Zale Merville [End]
  • A Symphony of life
  • 74/366
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]

"Ada napas yang tertinggal di masa lalu. Larasati hanya perlu mendengarkannya." Larasati selalu merasa asing di dunia yang ia pijak-seperti ia pernah hidup di tempat yang berbeda, pada waktu yang tak bisa dijelaskan. Dalam diamnya, ia menyalakan lilin... dan dari nyala itu, masa lalu mulai berbicara. Suara-suara dari kehidupan sebelumnya datang perlahan: tentang seorang tabib wanita yang merawat bayi dan jiwa manusia, tentang putri seorang Tumenggung yang tak pernah dikenang sejarah, dan tentang lelaki bernama Raka yang jiwanya terasa begitu akrab. Saat ingatan mulai terungkap satu demi satu, Larasati harus memilih: melupakan semuanya... atau mengikuti bisikan yang menuntunnya pulang. Larasati: "Raka, aku merasa ada yang lebih dari sekadar lilin ini. Sepertinya, mereka membawa sesuatu yang lebih dalam... sesuatu dari masa lalu." Raka: "Aku merasakannya juga. Seperti kita pernah terhubung, meski kita tidak tahu bagaimana."

More details
WpActionLinkContent Guidelines