Ruang Rasa

Ruang Rasa

  • WpView
    Reads 735
  • WpVote
    Votes 127
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Jul 8, 2020
[Romance-Islami] Ruang Rasa -Terkurung dalam rasa harap- Bukan suatu hal yang salah jika berharap, jika nyatanya banyak harapan yang di kabulkan. bukan hal bodoh pula jika berjuang jika nyatanya banyak perjuangan yang berakhir kemenangan. Hanya saja. Kita juga harus paham menempatkannya pada tempat yang seharusnya. Siapa? dan dengan alasan apa kita dengan rela berjuang? Sejatuh-jatuhnya kita mencintai, jika pada orang yang tak tepat, maka, harapan akan berakhir kecewa. Perjuangan akan berakhir derita. Maka, atas nama cinta. Aku rela berjuang tanpa berharap. Mencintai dengan mengikhlaskan. Karna yang sebenar-benar cinta ialah yang mampu merelakan demi kebahagiaan orang yang di cintainya. Aku, Lia. willing to let go if you are happy🙃
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ikhlas Bersamamu |END|✓
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Takdir Sang Arsy [SUDAH TERBIT]
  • Catatan rasa
  • Bulan Berkisah [SUDAH TERBIT]
  • Terlanjur Mencintai || SUDAH TAMAT
  • Tangisan Hati (Completed, Cacat Logika)
  • KENANGAN INDAH BERSAMAMU
  • Segala Tentangmu ❝

⚠️ DON'T COPY MY STORY ⚠️JIKA ADA KESAMAAN NAMA TOKOH, KEJADIAN, LATAR, SUASANA SAYA MOHON MAAF SEBESAR-BESARNYA KARENA ITU DILUAR DUGAAN SAYA! ⚠️ JANGAN BACA DIWAKTU SHALAT, TETAP JADIKAN AL-QURAN PALING UTAMA UNTUK DIBACA ⚠️ CERITA INI DI PERUNTUKAN YANG SUKA BANYAK MEMBACA ____________ Blurb: Berharap Jika kelak, akan ada seseorang yang bisa menerimaku apa adanya tanpa syarat, mencintaiku dengan jujur tanpa tapi, dan menghargaiku tanpa adanya rekayasan. Tak ada yang lebih dia inginkan, hanya satu kebahagiaannya yaitu melihatku selalu tersenyum, dan ketika aku lelah bahunya menjadi sandaran ku tanpa memperdulikan keburukan ku di Masa lalu. Ketika kata "Sah" terucap dari bibir itu, aku menjadi tanggung jawabnya, surgaku ada padanya. Di detik itu juga, aku mencintai suamiku. Berharap pernikahan ini akan membuatku tahu apa arti dari kebahagiaan, tapi tetap saja aku seakan tidak boleh merasakan apa itu kebahagiaan. Lelaki yang kuharapkan akan membimbingku menuju jannah-Nya. Namun itu, hanya harapan yang bisa kurasakan dimimpiku saja. Berusaha tegar dan sabar seperti Khadijah, ku mohon aku tak sekuat itu. Apa ini memang takdirku? Menjadi istri yang hanya sebagai patung yang tak pernah dihargai bahkan tak pernah diperdulikan. Ya Rabb... Aku berserah diri pada-Mu Ini aku Aku yang terus bersabar, bahkan sampai kesabaran itu sendiri merasa lelah dengan kesabaranku... [Sayyidina Ali bin Abi Thalib] High rangking #1 in Spiritual High rangking #2 in Spiritual __________ Start : 7 July 2019 Finish : 16 Februari 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines