menuai perih

menuai perih

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Mon, Oct 28, 2019
Malam adalah waktu yg paling tepat untuk ku mengenang yg telah hilang. Diruang kotak tak terawat , di sebuah bangunan yang beratap. Di tempat yg tak mewah yg biasa ku sebut rumah. aku masih sering mengeja dan tak pernah pandai untuk menerka sebab segala kesalahan yg tlah mentiadakan. Di sudut paling sunyi di ingatanku , mimpi kita masih terkemas rapih , meski aku tahu mengingat hanya akan menuai perih . Dan Kau putuskan aku bersalah , di tengah usahaku untuk berubah . Kau putuskan untuk menjauh , dan tak akan bisa lagi ku rengkuh . Biarkan aku tetap begini , menimang dan tetap membiarkannya terkenang . Kau teruskan saja berjalan , agar aku telan pahitnya perlahan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Junior My Love ✔️
  • Kamu [SELESAI]✔
  • HATI💔 YANG TERPILIH
  • Full Of Scratches
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Cerita Tentang Kita
  • Always Be With You

Ku tulis sebuah pengakuan Tentang kerinduan yang masih membungkam Masih terasa nyata meski rupanya sudah terlalu fana Coretan kehampaan diri masih melekat Menggambarkan apa yang sudah terlalu sesat Namun tak mau pergi dan masih berkarat Ku tuai sebuah rasa yang beralih duka Mengajarkan diri, bahwa yang bukan jalannya akan pergi sesuai alurnya Kesadaran diri yang memapah langkah untuk beralih Berdamai dengan kenyataan Bahwa yang ada akan tiada pada masanya 🌹Typo masih banyak karena belum di revisi🌹

More details
WpActionLinkContent Guidelines