"Don't Push Yourself Too Hard, Mas!"

"Don't Push Yourself Too Hard, Mas!"

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 29, 2019
Sebagian orang akan selalu mempunyai mimpi. Walaupun waktu terus berjalan mimpi tidak akan pernah berhenti, ia selalu tumbuh dan berkembang. Ada beberapa orang yang menganggap bahwa sebagian orang dapat mewujudkan mimpinya dengan cara bermimpi, ada yang lebih realistis untuk mewujudkannya dengan pergi keluar. Atau ada cara lain agar mempu bisa selalu terwujud. Beli rumah baru? Mendapatkan pacar yang tampan dan cantik? Mobil baru? Bahkan menginginkan posisi teratas di lingkungan sosial. Namun, sebagian besar tidak menyadari bahwa mimpi seharusnya memiliki standar dan dasar. Ada yang percaya dengan intuisi saja atau melakukan sesuatu tanpa didasari oleh standar mereka sendiri. Manusia menginginkan kepuasan, namun manusia juga dapat membunuh dirinya sendiri dengan berlaku sesuatu tanpa didasari oleh standar. Apakah hal ini benar dapat dilakukan oleh kita? Apakah kita mengetahui standar yang kita punya? Ada baiknya ketika melakukan sesuatu atau menginginkan sesuatu harus memiliki hal itu.
All Rights Reserved
#2
idiot
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NOESIS [END]
  • FUTURE
  • Complicated : kamu, kita dan skenario Tuhan
  • DREAM
  • Lucid Dream -Azmi Ask
  • MEMBUKA OPINI
  • Berusaha Menjadi Manusia

Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. [Update setiap Malam] 《DISCLAIMER》 [DON'T COPY PASTE MY STORY!!] *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat * Start = 14 mei 2025 Finish =

More details
WpActionLinkContent Guidelines