Auresya Nindya

Auresya Nindya

  • WpView
    Membaca 336
  • WpVote
    Vote 29
  • WpPart
    Bab 23
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Mar 20, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
Masalah yang seharusnya tidak ia harus tanggungi,malah ia yang harus melakukannya. . . Rasanya sulit untuk mendapatkan ketenangan dirumah bagi Resya.rintangan demi rintangan harus ia dapati dan tidak akan ada balasannya.bertahan dengan kesedihan dan kepedihan? menurut Resya itu akan menjadi rintangan yang besar sama seperti yang ia alami sekarang. . . Selalu dinilai dari hal negatif, tidak pernah menilai dirinya sering melakukan hal yang positif di keluarganya.kalau masa itu Resya sudah besar ,pasti dia depresi.keluarganya menyuruhnya pergi,karena dianggap tidak berguna.anak yang seharusnya memiliki masa depan yang baik bagi keluarganya,malah di buang begitu saja. . Semoga Resya mendapatkan orang-orang yang menyayanginya untuk hidupnya yang sekarang.... . . -AURESYA NINDYA-
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • MEMELUK LUKA [END]
  • Alshana
  • Assalamualaikum Cinta
  • RAHSYA UNTUK NAURA
  • TRAUMA
  • Constellations From The Room
  • VIA-AMARA
  • Resiko
  • my story

Menjadi anak terakhir sekaligus satu-satunya perempuan dalam keluarga memang tidak mudah bagi Alea. Sejak kecil, ia tumbuh dengan beban yang diam-diam menghantuinya-beban harapan besar yang diletakkan di pundaknya oleh orang tua dan kakaknya. Mereka melihatnya sebagai harapan terakhir keluarga, seseorang yang harus bisa melampaui pencapaian ayah, bunda, dan abangnya. Ekspektasi itu begitu tinggi hingga terkadang membuat Alea merasa sesak. Setiap langkah yang ia ambil seolah diawasi, setiap keputusan yang ia buat harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak mengecewakan mereka. Ia harus menjadi lebih baik, lebih sukses, lebih segalanya. Namun, di balik semua itu, ada ketakutan yang terus menghantuinya yaitu kegagalan, takut mengecewakan, takut tidak menjadi seperti yang mereka harapkan. Terlalu sering ia memilih diam daripada mengungkapkan perasaannya. Luka-luka yang ia terima tidak selalu tampak di permukaan, tetapi mengendap jauh di dalam hati. Ia belajar untuk menyembunyikan lelahnya, menyimpan resahnya sendiri, dan terus berusaha sekuat mungkin untuk menjadi versi terbaik yang diinginkan keluarganya. #1 Melawanrestu #1 Anakterakhir #2 Bedakeyakinan #2 Alea #2 Pendidikan

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan