SUKAR
  • WpView
    Reads 1,400
  • WpVote
    Votes 73
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 4, 2019
Jika memang hatimu bukan untukku lantas mengapa kamu bersikap seolah-olah aku ini satu-satu nya? Jika aku hanya pilihanmu disaat bosan lalu apa arti kepedulianmu selama ini yang begitu terlihat nyata? Jika aku mulai terlihat membosankan apa perlu kamu memerlakukanku selayaknya boneka tak berperasaan? Jika cintamu mulai pudar apakah perlu berpaling hati demi mengisi kekosongan hati dan melukai hati ini? Seperti hantu yang tak nyata. Sampah yang tak berguna. Dan sandal yang selalu diinjak. Seperti itulah kamu memperlakukanku. Sukar untuk meyakinkanmu bahwa madu lebih manis daripada gula pasir pasaran. Pergilah. Tak apa. Aku ikhlas. Kecewa sudah pasti, namun kebahagiaanmu tanpaku itu yang lebih pasti. ***
All Rights Reserved
#137
penghianat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memorable
  • Semu [Completed]
  • Sebuah Rasa
  • Rasa Tanpa Kata
  • CATUR [END]
  • Frozen Heart [HIATUS]
  • GREENSTA [END]
  • I Told the Moon about You
  • Bulan [End]
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
Memorable

Akulah gadis bisu itu, hanya mampu menatap apa yang kulihat tanpa mampu berteriak bahkan untuk melawan pun sulit. Aku berdiri disini menunggu sebuah harapan itu datang. -milena- *** "ANAK TIDAK TAHU DIUNTUNG." "AKU AKAN SELALU MENJAGA KAMU, PRINCESS." "MAAFIN PAPAH, MILE." "LO CUMA PENGUSIK KELUARGA CORLISS." "JANGAN PERNAH LO TUNJUKIN MUKA BUSUK DRAMATIS LO DI HADAPAN KITA-KITA LAGI, NONA ALEXA YANG MAHA BENAR." "DON'T CRY, PRINCESS. EVERYTHING WILL BE OKEY, RIGHT?" "Aku pikir dibalik wajah lugu dan polos yang selama ini kamu berikan benar-benar menginginkan yang namanya kasih sayang, tapi sekarang kamu menunjukan pada kami semua tentang seseorang yang memang layak untuk dibenci." *** Aku muak dengan takdir yang selalu mempermainkan garis tangan kebahagiaanku, tak pernah kah Tuhan berpikir jika aku lelah, dimana takdir bahagia yang telah dituliskan untuk perjalanan hidupku? Aku..takut, semua alasan aku berdiri dan hidup perlahan pergi, bahkan orang yang aku nantipun pergi tanpa belas kasihan padaku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines