SUKAR
  • WpView
    Прочтений 1,400
  • WpVote
    Голосов 73
  • WpPart
    Частей 4
WpMetadataReadВ процессе
WpMetadataNoticeLast published пнд, нояб. 4, 2019
Jika memang hatimu bukan untukku lantas mengapa kamu bersikap seolah-olah aku ini satu-satu nya? Jika aku hanya pilihanmu disaat bosan lalu apa arti kepedulianmu selama ini yang begitu terlihat nyata? Jika aku mulai terlihat membosankan apa perlu kamu memerlakukanku selayaknya boneka tak berperasaan? Jika cintamu mulai pudar apakah perlu berpaling hati demi mengisi kekosongan hati dan melukai hati ini? Seperti hantu yang tak nyata. Sampah yang tak berguna. Dan sandal yang selalu diinjak. Seperti itulah kamu memperlakukanku. Sukar untuk meyakinkanmu bahwa madu lebih manis daripada gula pasir pasaran. Pergilah. Tak apa. Aku ikhlas. Kecewa sudah pasti, namun kebahagiaanmu tanpaku itu yang lebih pasti. ***
Все права сохранены
#666
penghianat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • Memories in Moon
  • Edelweiss Gugur di Musim Semi
  • Regrets of Love
  • Memorable
  • Saat Semua Orang Berpaling
  • Frozen Heart [HIATUS]
  • Cuaca
  • GREENSTA [END]
  • Sebuah Rasa

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту