Misteri Jam 00:00

Misteri Jam 00:00

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Nov 3, 2019
WpInfo
Fiction
Mystery
Membunuh karena menuntut dendam seseorang yang disayanginya. Kini, ia bertekad "Jika menjadi baik kita tak dihargai. Mungkin, menjadi jahat kita kan disegani". Sosok yang berubah 180° dri sebelumnya. Sosok itu mengerikan, dia bukan hantu tapi seorang pembunuh yang tak berperasaan. Dia membunuh secara bengis, seakan ringisan, raungan kesakitan korbannya adalah hiburan untuk dirinya. Sosoknya seorang pembunuh yang cerdik. Dia membunuh, melukai, tanpa meninggalkan jejak meskipun hanya jejak sidik jari. Sebagai clue pada setiap korban dirinya meninggalkan kertas bertuliskan 'satu kata', ya hanya satu kata yang berhubungan dengan korbannya. Seiring waktu korban kian berjatuhan. Ketika dioutopsi korban-korban memiliki luka yang sama. Hanya berbekal 1 kata sebagai clue, pihak kepolisian kian geram. Pada jam 00.00 sosoknya akan muncul memburu siapapun yang dia anggap pantas dibunuh. CERITA INI MENGANDUNG UNSUR KEKERASAN. ANAK DIBAWAH UMUR MENJAUH!! 🚫 DON'T COPAS MY STORY 🚫
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Moncake : Murder in Dreaming (Moncake Prime Cases Batch 1)
  • Takdir Kalea [Revisi]
  • MISSION IN SCHOOL [END]
  • CRIME BULLYING (Lengkap)
  • MURDERER IN THE SCHOOL [Completed]
  • Who is She? [END]
  • Pecahan bayangan
  • [Revenge] Confidential 2 (END)
  • Misstruck [END]
  • MINE (HIATUS)

BLURB MURDER IN DREAMING Malam yang melelahkan, setelah menangani tamu yang hendak memesan tempat di jam - jam tertentu. Tn. Cake, hampir mirip robot karena sama sekali tak terlihat lelah. Bahkan otaknya masih siap menangkap dan terbuka untuk membaca koran yang ia beli di pagi hari. ."Pria yang bertanggung jawab atas kematian tiga orang bebas setelah tiga tahun masa tahanan. Satu nyawa untuk satu tahun!" kata Tn. Cake dengan lantang membaca judul koran itu. . Tidak lama setelah itu, pintu depan kami diketuk dengan keras. Sesaat ia memang minta tolong. Kami tidak punya pilihan selahin membukakan. . . Pintu terbuka... . . "Kyaaaaahh!!" teriakan lantang dan melengking. Dengan tidak siap, kulitku melompat. Secara spontan aku mendorong diriku sendiri ke belakang. Seseorang yang berlumuran cairan merah kental, tangan kanan memegang pisau tajam meneteskan cairan yang sama. . . Masalahnya wajah orang itu mirip seperti pria yang ada di judul koran itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines