Resah, Gelisah, dan Kecewa

Resah, Gelisah, dan Kecewa

  • WpView
    LECTURAS 4
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, oct 28, 2019
Ketika pertama kali kami dilahirkan Kami merasa!, kami merasa!, kami merasa tdak di anggap di tanah sendiri Dimana kami selalu di tindas, di Diskriminasi, dan di anggap tak ada. Tuntutan demi tuntutan telah kami lontarkan, tetapi tidak pernah di gubris. Kenapa? Heh..... Wahai pemimpin yang ada di atas sana, mohon menunduk sejenak dan melihat kami yang sedang berjuang untuk mendapatkan keadilan. Lantas....... Apakah perjuangan kami sia-sia (jaga omonganmu) Keluh kesah kami di anggap tak ada Atau benar adanya kami kami bukan sesiapa Hanya anak yang mencari orang tua yang sebenarnya (Kita sama) Hey, Hey tenang lah Bukannya mereka tak paham ini Aku yakin dan aku tahu mereka peduli Hanya saja gengsi yang menguasai Hah.... Kenapa gengsi? Ingat!, ingat!, ingat kita sama Kita lahir dari rahim yang sama, kita dibesarkan di tempat yang sama, dan kita berdiri di tempat yang sama Mana jiwa solidaritasmu, mana jiwa kekompakanmu. Mana!, mana!, manaaa! Apakah semua itu tinggal sejarah?, ataukah kalian yang sengaja melupakan Sungguh sangat kecewaaa
Todos los derechos reservados
#32
solidarity
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Apart
  • please stop it!! [Ending]
  • Scutum (Sedang Revisi)
  • Titik Hitam Dalam Nurani [END]
  • Are We Brother's ? - [boynextdoor] TERBIT✓
  • Dawn
  • Lelaki Berdada (Ketika Cinta Tak Direstui Tuhan)
  • ALEYA~~
  • Clarisa Yunita ( End )
Apart

Kita berdua saling berbagi tawa, tentang cerita yang orang lain tak pernah dengar dari diri kita masing-masing. Kita berdua saling mengingatkan satu sama lain, entah tentang hal apapun. Kita berdua sangat dekat samapi orang-orang memikirkan bahwa kita memiliki suatu hubungan. Tapi...., tidak. Kita hanya sebatasa TEMAN. . . . . . . . Itulah katamu.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido