embun pagi
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 28, 2019
Embun pagi Sambutlah mentari pagi dengan senyum yang sumringah di wajah, karena itu tentu jauh lebih manis daripada harus mengeruthkan dahi rasa pesimis. Di antara semua cahaya, cinta adalah yang paling terang. Di antara semua embun, kasih sayang yang paling sejuk.Embun jatuh perlahan seiring fajar menyapa dedaunan. Dunia kecil bangun perlahan menyambut hari yang indah.Embun pagi ini seperti berbisik lewat jendela, memintaku segera berlari meninggalkan luka dan menjemput bahagia.Setitik embun bisa membuatku tersenyum. Setitik noda bisa membuatku terluka.Pagi mengajarkan kita bahwa segala sesuatu selalu diawali dengan rasa syukur dan embun adalah tanda keikhlasannya.Biarkan embun pagi menjadi saksi betapa kita bersyukur atas karunia Ilahi. Betapa besarnya anugerah yang selama ini telah kita nikmati.Ribuan detik telah kulewati dengan melamun, tak ada setitik terang yang mampu biaskan embun.Pernah sehangat embusan napas dan akhirnya berubah menjadi sedingin embun di pagi hari."Pelajaran berharga dari embun pagi hari ini, bahwa yang indah itu bertahan hanya sebentar.Cinta seperti embun pagi. Murni dan sederhana setiap pagi."Dalam kepantasan, hidup harus selayak seperti embun, tanpa bimbang tanpa beban. Belajarlah dari embun pagi. Sederhana, menyejukkan namun tidak merusak dedaunan tempat di mana ia berpijak.Biarlah tawa mempermanis persahabatan, layaknya embun di dalam pagi hari yang menyejukkan.Di lembut embun yang jatuh. Ada rindu yang utuh.Setitik embun mampu buatku tersenyum dan setitik noda mampu buatku terluka.Aku embun pagi hari, kau daun tempatku singgah. Kita bertemu setiap pagi, hingga siang membuat kita berpisah
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Fenly || Un1ty
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Biarkan aku yang pergi
  • Senja merindu fajar
  • DEARWA [END]
  • Kamu [SELESAI]✔
  • flashback~
  • TAKDIR ALLAH [End!]

Sama halnya seperti semburat warna pelangi Gugusan bintang di langit dan aurora Borealis Beberapa entitas indah memang diciptakan untuk dipandang Bukan untuk diraih apalagi dimiliki Bagaikan mengharap pakistan bersatu dengan India Jangankan kasih sayangnya, perhatian darinya saja tak dapat ku miliki Ini bukan bagaimana aku mengisahkan cerita cinta dalam hidupku, kisah ini tak berisi bagaimana aku bertemu gadis cantik karna tak sengaja menabraknya atau tak sengaja satu kelas dengan dia, kemudian kami saling jatuh cinta dan bahagia. Tidak ini jauh dari kisah seperti itu. Aku ingin menceritakan kebohongan mamaku yang mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Aku ingin menceritakan kebohongan mama yang katanya akan menemaniku selamanya dan aku juga ingin menceritakan kebohongan mama tentang bagaimana indahnya memiliki saudara. Aku tak mengerti bagaimana bisa wanita yang paling ku percaya tega membohongiku, aku masih tak mengerti bagaimana Tuhan menuliskan kisahku ke arah mana, ia memberiku air mata tapi sepertinya lupa menuliskan kata bahagia, setelah semua kebohongan itu ku terima, setalah takdir itu Tuhan mainkan kehidupanku banyak berubah. Kepedihan dan penderitaan mulai tertarik untuk singgah. Meninggalkan rumah, dan tinggal dengan manusia-manusia random akan menyenangkan pikirku, hingga aku lupa jika salah satu dari mereka adalah sumber luka yang nyata. Sia-sia aku lari ternyata luka itu turut mengikuti, ingin mencoba membenci tapi aku tak akan pernah sanggup perangi. Hingga kini luka itu abadi dalam hati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines