[C O M P L E T E D].
"kamu berubah," katanya, matanya memancarkan sinar sedih. ada sesuatu yang aneh baginya, melihat ku berdiri didepannya dengan senyum angkuh. aku ingin tertawa dihadapannya,
"memang,"
"kamu bukan yang aku kenal dulu," suaranya lirih. namun aku masih tersenyum. bersiap untuk menyakitinya, seperti dia menyakiti aku. lalu sebelum aku benar-benar pergi menjauh, aku menoleh,
"pernah dengar patah hati mengubah segalanya?"
• • •
mungkin, suatu hari nanti kita berdua akan bertemu lagi.
menyapa dalam suara pelan, berbincang sedikit.
menoleh mengintip masa lalu, dan menyadari,
dalam diam menyakitkan.
Ketika sebuah rumah tidak lagi bisa di jadikan untuk tempat pulang. Kemana lagi aku harus pergi? Sesulit itukah menerimaku?
"Aku juga tidak mau seperti ini, papa boleh membenciku semau mu. Tapi bolehkah aku mendapatkan satu saja pelukan darimu? Aku lelah, pa!"