Rindi yang penuh Rindu

Rindi yang penuh Rindu

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 31, 2019
kisah ini menceritakan tentang kerinduan seorang anak yang bernama Rindi ke pada mamanya yang berangkat ke Saudi Arabia untuk bekerja di karenakan faktor ekonomi yang semakin memburuk sehingga sang mama harus membiarkan Rindi kecil hidup dalam perjuangan yang tidak mudah tanpa dampingannya. Rindi tumbuh dengan kerinduan disepanjang usia, sehingga merindu sudah menjadi bagian dari dirinya, air mata yang tak usah kau tanya kan lagi sudah sebarapa bayak aku habiskan untuk menangisi kepahitan ini karena itu hanya akan menggoreskan kembali luka yang sementara sudah mulai mendiam, tawa yang mungkin terlihat bahagia bagi mereka tapi sebenarnya itu hanyalah sebuah usaha untuk menyembunyikan kesedihan yang terus berlalu. Rindi kecil masih duduk di bangku kelas 2 tapi harus hidup dengan rasa rindu yang tidak mudah, rindi pun terus tumbuh dan beranjak dewasa tapi mamanya masih tetap jua belum kembali, sampai kapanpun rindi akan terus menunggu? Dan apakah penantian yang melelahkan itu akan berakhir dengan senyum yang tak pernah usai?
All Rights Reserved
#66
kerinduan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Brave Alone
  • ALRIN
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • Different [END]
  • GRIZLEN {On Going}
  • Mama Papa Aku Rindu Kalian
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • CLOSER
  • Time Loop
  • 𝐀𝐋𝐈𝐕𝐄

Kemungkinan dalam halnya kehidupan itu buram. Takdir bisa mengubah semuanya dalam sekejap. Ara tau kehidupan tak akan selalu berjalan lancar. Masalah, rintangan datang untuk menghadang. Dalam senyuman manis itu terdapat kesedihan yang jauh mendalam. Dalam doa, selalu dalam doa Ara bisa lega. Berharap semua baik-baik saja. Hingga Tuhan selalu menangkalnya, Ara percaya suatu saat nanti ia pasti bahagia. Pasti. Dan semoga. "Tuhan kuharap di napas terakhirku aku bisa tersenyum. Walaupun itu senyum kesedihan yang aku punya." Kegetiran yang menyergap membunuh perlahan diri yang sebenarnya. Sekuat apapun itu pasti luruh dalam sekejap. Akankah bisa ia bertahan? Kepoin my first story yuk!! ✌✌ Ada tambahan nih, tokohnya sebenernya banyak tapi ntar nyusul-nyusul yah. Ceritanya kalo ga nyambung atau aneh maklum ini first story, jadi kalo mau kasih saran, sok atu kasih aja. Tapi kalau penasaran klik tambah ya!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines