Memori (End)

Memori (End)

  • WpView
    Reads 5,070
  • WpVote
    Votes 459
  • WpPart
    Parts 64
WpMetadataReadComplete Tue, Oct 20, 2020
Dulu sekali, sebelum kita berpisah Kamu selalu menjadi yang pertama yang kuingat setiap bangun tidur dipagi hari. Dulu sekali sebelum kita berpisah Wallpaper handphoneku menjadi candu sebelum aku tidur dimalam hari, wallpaper dengan wajahku yang tersenyum dan kamu yang berwajah aneh disebelahku. Dulu sekali, sebelum kita berpisah Aku selalu ingat wajahmu, wajah yang pernah kubuat tertekuk marah karena aku bercerita tentang pria lain. Dulu sekali, sebelum kita berpisah Kau selalu berhasil membuatku patah hati karena sangat banyak yang mengejarmu kala itu. Dulu sekali, sebelum kita berpisah Aku selalu ingat janjiku sepuluh tahun lagi, janjiku tak ingin mencintai pria lain selain kamu sebelum sepuluh tahun lagi. Sekarang, setelah kita berpisah Kamu tetap menjadi yang pertama. Wallpaper handphoneku tetap kamu. Wajahmu itu sudah memburam di ingatanku, sudah sangat lama hingga membuat memoriku ber-abu. Kau selalu membuatku patah hati ketika mengingat wanita mana saja yang mengejarmu dulu. Dan sampai sekarang, setelah kita berpisahpun, aku masih dijanjiku, aku belum mencintai pria manapun sekarang. Masih tetap kamu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Just Remembrance!
  • Waktu Senggang (SEGERA TERBIT!)
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • DikaRanggi
  • Segala Tentangmu ❝
  • Aksara Tak Bertuan
  • Mahligai Sunyi
  • Sampai Sini [End]
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||

Untuk : Ardian Entah bagaimana aku bisa memulainya. Tapi, ada sesuatu yang aneh terjadi padaku. Aku tak tau sampai kapan aku begini. Menanti cinta yang tak pasti. Ingin rasanya aku membisikkan kata cinta untuk hatimu. Agar kau bisa melihat besarnya rasa cintaku. Mengenaliku. Menemaniku menyusuri labirin-labirin kehidupan. Membantuku menyebrangi samudra tantangan. Hingga menemukan hilir kehidupan yang kekal. Aku ingin bersamamu menikmati hidup ini. Namun, apakah semua ini hanyalah sesuatu yang abstrak? Yang tak mungkin terjadi? *** Untuk : Krystal Kau, yang sebenarnya sudah berhasil sejak awal. Aku hanya ingin mengatakan itu. Sejak kali pertama kita bertemu di tempat pendaftaran teater. Kau yang menelponku, kau yang akan jatuh konyol dari panggung, kau yang menaruhkan kue cokelat di motorku, kau yang menyelipkan surat cinta di kue itu, kau yang menemaniku saat memasang poster, kau yang berada satu kelompok bersamaku saat olimpiade, kau yang menyanyikan musikalisasi puisimu saat di café, dan kau yang selalu berwajah konyol saat bertemu denganku. Itu semua sudah berhasil membuatku jatuh cinta padamu. Walau waktu kita selalu tidak tepat, tapi aku berharap, ini waktu yang tepat. Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Ardian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines