Story cover for BATIN by ElviraEfendy
BATIN
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Oct 29, 2019
Malam itu. Aku merasa seperti malam malam biasanya.Menunggu film horor yang kusuka. tapi entah kenapa malam itu aku merasa ada sesuatu yang berbeda,saat aku menunggu film itu mulai aku mendengar suara ketukan pintu,aku kira itu adalah kakak laki-lakiku jadi aku biarin lama sudah tiba tiba aku mendengar suara pintu terbuka dan di sana aku melihat ada bayangan seorang wanita sedang berdiri didepan pintu.Aku kira kakak laki-lakiku sedang menjahili ku ternyata aku baru tersadar bahwa kakak laki-lakiku kerja lembur. karena terlalu penasaran akhirnya akupun menghampiri, saat aku menghampiri disitu sudah tidak ada siapa siapa,Aq lega tetapi ternyata setelah aq lihat ternyata wanita itu ada di depan pagar rumahku,wajah wanita itu tampak jelas tampak seperti wanita tua,Aq coba melihatnya dengan jelas tetapi tiba tiba wanita tua itu menjerit padaku dan anggin pun berhembus kencang,akupun langsung melarikan diri menuju kamarku,karena rasa takut.Tanpa sadar aq tertidur......

Sekian dulu ceritanya lanjutnya besok lagi.... :)
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add BATIN to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
WARISAN by metamorfosis2015
24 parts Complete
" bang....lu kenapa...?" tanya daru begitu melihat gue yang menghentikan pergerakan tangan ini dari menarik tali timba, mendapati pertanyaan daru tersebut, gue kembali menggerakan tangan ini untuk menarik tali timba " kenapa sih bang..." tanya daru kembali seraya beranjak bangkit dari kursi pendek tempatnya mencuci pakaian, dan sepertinya suasana hari yang mulai beranjak gelap telah membuat daru tidak ingin untuk berlama lama lagi berada di halaman belakang " enggak tau nih...seperti ada sesuatu yang tersangkut di ember timba ini..." mendengar jawaban gue tersebut, daru menunjukan ekspresi ketidakpercayaannya, dan kini dengan perawakan tubuhnya yang besar, daru mengambil alih tali timba yang berada di dalam genggaman tangan gue lalu menariknya secara perlahan " itu apa bang......?" tanya daru, diantara pandangan matanya yang menatap ke dalam lubang sumur yang gelap ....blupppp... Entah benda apa yang telah terjatuh ke dalam air di dalam sumur hingga menimbulkan suara yang menggema, tapi yang pasti seiring dengan terdengarnya suara gema tersebut, pergerakan tangan daru yang tengah menarik tali timba terlihat semakin ringan, hingga akhirnya ketika ember yang berada di ujung tali timba mencapai bibir sumur, gue dan daru hanya bisa saling berpandangan dalam benak tanya atas apa yang sebenarnya telah terjadi " lu tadi lihat kan bang...sebenarnya yang tadi tersangkut di ember ini, benda apa ya...?" tanya daru sambil memandang ke dalam sumur Sekelumit perbincangan kecil antara gue dan daru adalah sebuah bentuk ketidaksadaran kami dalam menangkap sebuah sinyal alam yang mencoba untuk memberikan kami sebuah jawaban atas misteri yang menyelimuti tempat tinggal kami...yaa...sebuah misteri yang akhirnya memberikan kami sebuah pelajaran bahwa ada sisi lain selain sisi kebahagian yang menyelimuti dari sebuah kata warisan
Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT) by Chillbanana313
9 parts Complete
(BASED ON TRUE EVENT) **** Ini adalah kisahku saat mengikuti perkemahan PMR Regional provinsi. Dimana lokasi yang ditempati merupakan tempat pembantaian terbesar PKI dimasanya. Kisah kelam korban di masa lalu membentuk entitas kengerian ditempat itu. Sosok-sosok yang masih tak terima saat dibantai karena ketidakadilan memenuhi lokasi area bekas Belanda tersebut. Disini mereka menanti. "Kebun Djengkol". **** BRAKKK... Tiba-tiba pintu itu menutup dengan sendirinya. Spontan aku yang kaget langsung berlari menjauhi. Ketika melewati tembok jalan keluar bilik kamar mandi, aku tak sengaja menabrak seseorang. "Cuk!!!" Awalnya pemuda itu sempat marah, namun ekspresinya berubah saat melihat wajahku yang sudah pucat pasi. Aku pun bengong sepersekian detik. Bukan, bukan karena terpesona melihat wajah orang tampan layaknya adegan film-film romantis remaja. Namun aku berusaha menenangkan diri dari sisa ketakutan. Pemuda itu menatapku dengan ekspresi yang susah dimengerti. "Kamu nggak apa-apa?" tanyanya kemudian. "Nggak apa-apa. Maaf nggak sengaja nabrak". "Kenapa? Habis liat hantu ya?" "Ah ituu ..." "Kuntilanak ma setan bocahnya masih ngeliatin kamu tuh." Ucapnya santai. Dadaku kembali berdegup kencang sambil mengumpat lirih. Kini aku ganti memandangnya lekat. Dan pemuda itu membalas reaksiku dengan menyipitkan mata. "Apa?" Tanyanya kemudian. "Kamu bisa liat kan 'mereka' kan?" "Liat apa?" Aku sedikit melangkah mendekatkan diri sembari berbisik "Demit" Pemuda itu sempat terbahak. Lalu tiba-tiba menjulurkan sebelah tangannya. "Aku Aji." ****
You may also like
Slide 1 of 10
Tujuh Hari Setelah Ibu Pergi [SEGERA DIFILMKAN] cover
SETAN - Kumpulan Cerita Pendek cover
Dibalik Pintu [Bts Horor] cover
WARISAN cover
Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT) cover
 PATAH cover
SEWU DINO (1000 HARI) cover
S E N S I T I F cover
kisah horor: teror jam 12 malam cover
RUMAH BEKAS TUMBAL (TAMAT) cover

Tujuh Hari Setelah Ibu Pergi [SEGERA DIFILMKAN]

31 parts Complete

Setelah tujuh hari kematian ibu, suasana rumah berubah mencekam. Suara rintihan kerap kali terdengar dari kamarnya. Aku pun melihat, ibu sedang membenturkan kepalanya ke jalan. Ada apa dengan kematian ibu?