Tysinantisi

Tysinantisi

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 10, 2019
Ketika semesta meminta bulan untuk meminang langit, akankah bulan sanggup melakukannya? Ketika semesta meminta langit menerima bulan, akankah langit menyetujuinya? Dan ketika semesta berharap mereka tak akan pernah di sandingkan dalam satu waktu, mampukah mereka melaluinya? Sebenarnya, ini bukan kisah tentang bulan dan juga langit. Bukan juga tentang semesta yang menjadi mak comblang diantara mereka. Namun ini merupakan kisah apik sederhana dari Adelia yang menggilai sifat kasar Pandu. Dan ini juga berisi cerita manis Pandu yang begitu mengagumi adelia dalam kebisuannya...
All Rights Reserved
#80
adelia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Namanya Sabita [Terbit]
  • Segelap Malam (END)
  • I Told the Moon about You
  • Bond
  • bulan di angkasa
  • GARIS TAKDIR
  • My Beloved Enemy
  • RAIN [END]
  • THE REASON (COMPLETE✔)
  • Gerhana

Ini tentang Sabita, pemilik senyum pura-pura. Senyumnya manis, tapi ada kesedihan yang ia coba tutupi. Pindah sekolah dari Bandung ke ibu kota menjadi awal kehidupan barunya dimulai. Satu yang ia sukai saat menatap langit malam, bulat sabit. Menurutnya melihat bulan sabit sama saja melihat orang yang ia cintai tersenyum. Sabita menganggap ayahnya sedang tersenyum padanya dan mengawasi di atas sana. Disekolah baru, Sabita tak menyangka akan begitu banyak orang yang menyayanginya, sampai ia bertemu dengan penghuni bumi menyebalkan bernama Aditya. Cowok super dingin yang selalu membuatnya kesal. tapi satu yang Sabita tau, Aditya baik. _____ "Nama?" tanya cowok itu dingin. "Maksudnya, nama aku, Kak?" "Siapa lagi, hmm?" "Sabit, Kak." "Oh, Bulan." "Bukan Bulan. Nama aku Sabita, gak pake bulan sabit." "Oh, yaudah." Sabita diam. "Gak ada niatan pindah tempat?" "Siapa?" "Yang nanya. Lo, lah." "Oh, maaf." ____ "Senyum lo manis, tapi percuma kalo itu cuma pura-pura. Orang lain mungkin ketipu, tapi gue nggak bodoh." - Aditya - "Bukan pura-pura, tapi lebih baik menyembunyikan luka, dibanding mengharap belas kasihan." - Sabita -

More details
WpActionLinkContent Guidelines