VALIT
  • WpView
    GELESEN 94,984
  • WpVote
    Stimmen 7,632
  • WpPart
    Teile 13
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Fr., Okt. 30, 2020
WpInfo
Belletristik
Romantik
Noval galau, pacarnya yang di pacarinya beberapa tahun ini meminta agar hubungan mereka berakhir. Jika boleh berkata jujur, Noval enggan sekali menuruti permintaan mantan pacarnya itu, tapi dia tau cinta gak bisa di paksakan, dan akhirnya, yah dia setuju untuk putus. Ditengah kegalauannya, dia didatangi seorang gadis yang menurutnya jauh dibawah umurnya yang hanya menggunakan kaos panjang selutut dan menutupi celana pendeknya bernama Dita yang menawarkan sekotak susu rasa strawberry padanya. "Biasanya minum susu rasa strawberry bisa baikkin mood yang jelek loh om" Dita. "Itu berlaku untuk cewek. Udah berapa kali saya bilang jangan panggil saya Om" Noval. "Eh sorry. Emang cowok nggak yah? Cobain dulu biar tau jawabannya" paksa Dita. Noval menatap tajam ke arah gadis yang telah duduk disampingnya. "Kamu gak pakai celana?" Tanyanya sinis. "Pakai lah, om eh Mas kira aku cewek apaan" "Lain kali gk usah pakai, kalau gak keliatan gitu. Percuma" ucap Noval tajam, pergi meninggalkan Dita.
Alle Rechte vorbehalten
#1
cahayapelangimedia
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Puisi Kegagalan
  • Every Nook And Cranny [FIN]
  • Arsyilazka
  • You Got It
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • VALERIAN [END]
  • Oddly Coupley (Complete)
  • Tingkat Tiga

"Diandra, berapa umurmu sekarang ?" Aku menutup kembali gelas minumku. "23 tahun, Mas", jawabku singkat. Ruangan ini lumayan luas, masih ada beberapa pegawai yang nampak masih sibuk dengan pekerjaan mereka meskipun sekarang sudah jam pulang. Meja mas Naufal tepat berada disebelahku. Dia juga yang menjadi trainerku selama tiga hari pertamaku kerja disini, menjadi staff purchasing di perusahaan Ibuku sendiri. "Umurku 25 tahun, Di" Aku bingung mau memberi tanggapan bagaimana. "Apa aku salah kalau aku memacari perempuan kelas 2 SMA ?". Aku berhenti mengetik, kalimatnya seolah menghujam gendang telingaku. Dan untuk pertama kali dalam tiga hari ini aku menatap wajahnya. "Dia seolah malu dengan statusnya sebagai pacarku" Mas Naufal mengusap dahinya lalu mengacak rambutnya sendiri. Aku kembali menatap layar laptopku. Berlagak seolah aku biasa saja dengan ceritanya. Angka angka dalam neraca yang tengah aku kerjakan mendadak memudar. Berganti menjadi kepingan kepingan dari memori lampau. 7 tahun yang lalu...

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien