VALIT
  • WpView
    LECTURAS 94,912
  • WpVote
    Votos 7,632
  • WpPart
    Partes 13
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, oct 30, 2020
Noval galau, pacarnya yang di pacarinya beberapa tahun ini meminta agar hubungan mereka berakhir. Jika boleh berkata jujur, Noval enggan sekali menuruti permintaan mantan pacarnya itu, tapi dia tau cinta gak bisa di paksakan, dan akhirnya, yah dia setuju untuk putus. Ditengah kegalauannya, dia didatangi seorang gadis yang menurutnya jauh dibawah umurnya yang hanya menggunakan kaos panjang selutut dan menutupi celana pendeknya bernama Dita yang menawarkan sekotak susu rasa strawberry padanya. "Biasanya minum susu rasa strawberry bisa baikkin mood yang jelek loh om" Dita. "Itu berlaku untuk cewek. Udah berapa kali saya bilang jangan panggil saya Om" Noval. "Eh sorry. Emang cowok nggak yah? Cobain dulu biar tau jawabannya" paksa Dita. Noval menatap tajam ke arah gadis yang telah duduk disampingnya. "Kamu gak pakai celana?" Tanyanya sinis. "Pakai lah, om eh Mas kira aku cewek apaan" "Lain kali gk usah pakai, kalau gak keliatan gitu. Percuma" ucap Noval tajam, pergi meninggalkan Dita.
Todos los derechos reservados
#12
cahayapelangimedia
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Tingkat Tiga
  • Aksara Nifa [End]
  • Puisi Kegagalan
  • Bertaut Rasa (Gratis)
  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
  • Marrying My Best Friend
  • Lovestruck
  • VALERIAN [END]
  • You Got It

"Kenapa ya mbak ada orang yang cakep banget gini di dunia?" jawabnya sembari menunjuk ke arahku. Mataku membulat. Bukan karena dia mengataiku sebagai perempuan yang cukup cantik, namun karena perubahan panggilan yang dia berikan padaku. "Mbak?" tanyaku memastikan. Alih-alih menggeleng atau mengelak, Rafka justru langsung mengangguk. "Iya. Mbak Caca." "Ngapain ikut panggil gue mbak?" "Biar lebih deket aja. Lo kan dipanggil mbak sama Keenan." "Ya dia kan adik gue." Balasku sengit. "Ya gue mau ikutan, Mbak. Kedengaran lebih gemes." Aku memutar bola mata jengah. "Gemes-gemes apaan. Lo mau jadi adik gue juga?" "Kalo jadi pasangan lo aja gimana?" "Kalo gitu jangan panggil mbak." Rafka menegakkan tubuhnya. "Lo serius?" "Soal apa?" "Lo mau jadi pacar gue." "Siapa yang bilang?" tanyaku berpura-pura bingung. "Tadi kak. Lo bilang gue jangan panggil lo 'mbak' kalo nggak mau dianggap jadi adik." "Artinya lo mau kan jadi pacar gue?" lanjutnya menuntut jawaban.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido