Story cover for Possessive Boy by wdriwln2401_
Possessive Boy
  • WpView
    Leituras 232
  • WpVote
    Votos 34
  • WpPart
    Capítulos 4
  • WpView
    Leituras 232
  • WpVote
    Votos 34
  • WpPart
    Capítulos 4
Em andamento, Primeira publicação em out 30, 2019
Benci jadi Cinta.
Kenal jadi Sayang.

Alam langsung narik tangan Citra, dan sesampainya di rooftop Alam langsung memojokan Citra.

"Mulai hari ini lo jadi pacar gue." ucap Alam sambil natap tajam Citra.

"Gue gak mau!" balas Citra sambil menekan kata "gak mau" . 

"Harus mau!" tidak kalah Alam juga menekankan kata kata yang diucapkan tadi.

"Maksud lo apa hah? Tiba tiba nembak gue! Ohh gue tau lo mau bales dendam kan buat tadi pagi? Jawab lo!" tanya Citra, jelas dia bingung.

"Gue cinta sama lo." kata Alam.

Seketika jantung Citra bergetar dagdigdug.

Silakan Dibaca semoga suka💛
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar Possessive Boy à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#95citra
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
(Not) A Dream School (On Going), de AnggiPratiwi935
25 capítulos Em andamento
Pernah punya masalah dengan Bad Boy sekolah? Gimana rasanya? Yang pasti bakal penuh drama kan? Lo yang tadinya pengen ngejalanin sekolahan dengan tenang aman tentram dan damai tanpa ada masalah sedikitpun tapi malah jadi rumit hanya karena seseorang. Itulah yang di rasakan oleh seorang siswi bernama Aila, yang harus mengikhlaskan kehidupan damainya ketika bertemu dengan sang penguasa Cakrawala. Elang. 😂 *** Langit kini mulai menggelap. Bukan karena malam yang akan tiba, melainkan mendung yang bergemuruh karena akan segera hujan. "Elang--" "Aila, gue sayang sama lo. Jaga diri baik-baik ya, soalnya gue mau tidur dulu." "Lo ngomong apas-- Eeh Elang? Elang buka mata lo!" Gadis itu, Aila terus menepuk pipi lelaki dalam pangkuannya yang kini sudah tak sadarkan diri. "Elang bangun! Lo mau liat gue mati kehujanan? Heh! Bangun!" rintik hujan yang mulai berjatuhan membuat Aila semakin tak karuan khawatirnya. "Lo kalo sayang sama gue, bangun bego! Biar gue bisa bales. Bangun Elang!" Perlahan suara Aila bergetar. Air matanya pun luruh bersamaan dengan derasnya hujan. Seragam putih Aila yang tadinya hanya terdapat noda darah dibeberapa bagian kini jadi memerah menyeluruh karena hujan. Aila menatap nanar sekelilingnya, jalanan kini sudah dipenuhi genangan air hujan berwarna merah karena bercampur dengan darah para manusia yang terkapar disana. Lalu tak lama, bunyi sirine terdengar saling bersahutan. Hari ini, untuk pertama kalinya dalam hidup Aila benci pada Hujan, petugas keamanan dan petugas medis yang datang terlambat. *** . . . So yuk kita intip gimana kisah kasih di sekolah seorang Aila Pratiwi Adyatama. Yang bertemu dengan sang Bad boy sekolah;) See u👋
Amor Eterno , de Sa_ra_da22_620Nakata
4 capítulos Concluída
"Lo mau hubungan kita jadi kayak apa, Harlen?" Qila menghentakkan tangan pria itu, lalu menoleh cepat dengan sorot mata tajam. Suaranya bergetar-bukan karena takut, tapi karena menahan amarah yang sudah terlalu lama disimpan. "Aku... aku pengin hubungan kita jadi lebih serius," jawab Harlen pelan, nadanya seperti memohon. "Serius?" Qila tertawa miris. "Serius kayak gimana? Kayak lo yang tiba-tiba udah punya tunangan tanpa bilang apa-apa ke gue?" Harlen terdiam, tak sanggup membalas. "Atau lo mau gue jadi simpanan, gitu? Tapi sayangnya, Harlen, gue bukan cewek murahan kayak gitu," lanjut Qila sambil memutar bola matanya, malas sekali menatap wajah pria di hadapannya. "Bukan gitu maksud gue..." Harlen mencoba meraih tangan Qila lagi, tapi kali ini pun langsung ditepis. "Gue capek dengar omongan lo yang manis-manis tapi ujung-ujungnya nyakitin. Lo bilang pengin serius? Lo bilang pengin perkenalin gue ke orang tua lo? Please, Harlen. Udah telat." "Qila, tolong dengerin dulu..." "Cukup." Qila menarik napas dalam-dalam, menahan emosi yang hampir meledak. "Ini terakhir kalinya kita ketemu. Setelah ini, gak akan ada lagi 'kita'. Gak sengaja ketemu pun, gue harap itu gak akan pernah kejadian. Gue muak liat muka lo." Langkahnya cepat, pergi meninggalkan Harlen yang masih berdiri mematung di tempat. Tapi Harlen belum menyerah. "Qila! Tunggu, dengerin dulu!" Namun Qila tetap berjalan, masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya di pinggir jalan. "Jalan, Pak," ucapnya pada sopir. Taksi pun mulai melaju. Dari kaca belakang, bayangan Harlen terlihat masih mengejarnya, berteriak, memanggil namanya. "QILAAAA!" Tapi Qila tak menoleh. Tatapannya lurus ke depan, seolah tak ada apa pun di belakang yang layak dilihat kembali. Dalam hati, ia berbisik, Maaf, Harlen... tapi kali ini aku benar-benar udah gak sanggup.
Talvez você também goste
Slide 1 of 9
See You Again (On Going) cover
My Crush [ END ] cover
AL - TA [END] cover
ALANAALANKA. [ ON GOING] cover
You Are My Destiny cover
DRABIA [END] cover
Horibble Woman (END) cover
(Not) A Dream School (On Going) cover
Amor Eterno  cover

See You Again (On Going)

20 capítulos Concluída

"Oke, lo mau nggak jadi pacar gue?" Ucap Jodi tanpa basa basi. Dia nembak gue? Hah! Nggak ada romantis-romantisnya. "Nggak mau." "Nggak ada penolakan. Lo, harus mau." "Gue nggak mau." Alena masih setia dengan keputusannya. Jodi melangkah maju kedepan Alena, sehingga Alena mundur dan menabrak tembok yang berada dibelakangnya. Jodi mengunci pergerakan Alena. "Kalo lo nggak mau jadi pacar gue, gue akan cium lo." Jodi mendekatkan wajahnya didekat wajah Alena. Follow authornya dulu, kuy!