LOVE IN SILENCE

LOVE IN SILENCE

  • WpView
    Leituras 246
  • WpVote
    Votos 42
  • WpPart
    Capítulos 5
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, jun 3, 2020
SPIRITUAL-ROMANCE "Menunggumu dalam kesabaran lebih indah bagiku dari pada mengungkapkannya. Menantimu dalam doa lebih bermakna bagiku dari pada menjalelaskannya" Begitulah pikirnya, Syafiratul Mardiana atau yang lebih akrab disapa Fira itu lebih memilih mencintai dalam diam saja dari pada terang-terangan mengungkapkan perasaannya. Fira jatuh cinta dengan teman seangkatannya yang bernama Miftahul Anwar. Namun Seiring berjalannya waktu, Miftah berubah 180° menjadi lebih dingin sikapnya terhadap fira dan mudah tersulut emosi serta kurang menjaga lisannya dengan baik. Membuat Fira capek dan memutuskan untuk move on saja. Dimasa sulitnya melupakan sosok Miftah, yang merupakan cinta pertamanya... Tiba-tiba Zamzami Said (Azam) muncul di kehidupan Fira. Dia menyukai fira lalu mengajaknya untuk taaruf dan saling menjaga berkomitmen. Tapi setelah 3 bulan kemudian, Azam memilih untuk menyudahi hubungan mereka. Dengan alasan yang tidak masuk akal. "Kenapa mas Azam minta kita udahan?!" Geram Fira langsung pada intinya "Karena aku merasa tidak pantas bersanding denganmu Fir. Kamu terlalu baik untuk aku... Sekali lagi aku minta maaf" ucapnya menatap fira dengan penuh rasa bersalah "Mas, aku mencintai semua kekurangan dan kelebihanmu! Aku... Aku juga manusia biasa, sama denganmu mas!" Teriak Fira di depan Azam sambil menyeka air matanya yang sudah tak kuat ia tahan sedari tadi "Tapi kalau itu sudah keputusan mas, oke fine..! Terserah...! Terimakasih karena sudah singgah dikehidpanku lalu mematahkan dan menghancurkan hatiku. Wassalamu'alaikum" pungkasnya dengan tegas. Fira berlari dengan sekuat yang ia bisa. Air matanya sudah mengalir deras "Sebegitu kerasnyakah hidup??? Sebegitu malangkah nasibnya???" Batin Fira bertanya-tanya Lalu seperti apakah endingnya? Apakah Fira bisa melupakan Miftah dan azam? Apakah Fira akhirnya hidup bahagia bersama kekasih halalnya? Langsung simak aja deh kelanjutannya 😅 Jangan lupa follow akun Authornya dan selalu setia nge-vote ya
Todos os Direitos Reservados
#280
sholehah
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • You're My Alhamdulillah
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Jika Takdir Telah Ditentukan
  • My Heart is Calling You✓
  • With You Until Jannah √ || End
  • (menuju) Jodoh Halalku [TAMAT]

[COMPLETED] "Jadi lelaki itu yang akan dijodohkan ibu denganku? Tega sekali, Ibu," gerutuku. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menolak ini. Tanpa kusadari, ibu melihat ke arah jendela kamarku dan melihatku kesal. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar diketuk. "Baby, buka pintu!" Pintanya tegas. Aku pun membukakan pintu. Lalu menelungkupkan badanku di atas kasur. Ibuku menarik kursi belajarku mendekat ke arahku dan memandangiku, lalu berkata pelan padaku. "Kau tahu sendiri kan kebiasaan di sini? Kau juga tahu asal usulmu? Kau paham betul, bagaimana ibumu ini bertahan? Semua karena ibumu ini sepakat dengan norma di sini. Mana mungkin kita bisa hidup cukup seperti ini kalau tidak mengikuti itu semua. Baby, kau tahu itu semua. Harusnya kaupun seperti ibumu ini, ikut arus itu." Melihatku tidak memandangnya, ibu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya kami berdua sama sama tahu. "Ibu menikah dengan bapakmu ketika seusiamu. Dengan itu, ibu bisa memiliki rumah ini dan seperangkat alat jahit. Ibu mampu membesarkanmu, menyekolahkanmu, memenuhi segala keinginanmu, dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kau memang tidak pernah bertemu bapakmu, tapi ibumu ini sudah bercerita tentangnya." "Kita hidup tanpa kekurangan. Bahkan bisa membantu sesama. Kita pun hidup bahagia. Mereka yang juga melakukan ini pun juga sama." "Menikah bukan sesuatu yang salah, Baby." Ibuku mengakhirinya dengan kalimat itu, lalu berdiri hendak keluar kamarku. "Tapi menjanda di usia muda bukan keinginanku, Bu." Balasku sebelum ibu keluar kamar. Ibuku berhenti sejenak, kemudian keluar dari kamarku. Happy reading~ Jangan lupa untuk: √ Vote √ Coment √ Kritik dan Saran Hargai author dengan vote, terimakasi💞

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo