Sweet talker |Hendery

Sweet talker |Hendery

  • WpView
    Reads 488
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 14, 2020
Daya tariknya bukan sekadar dari wajahnya yang terbilang sempurna, melainkan dari dirinya sendiri. Hendery berani menjadi dirinya sendiri, itu poin utamanya. Bukan sekadar berpura-pura baik agar mendapat pujian dari banyak orang. Namun, banyak orang yang berkata jika dia sudah jatuh cinta, perkataannya bisa melebihi kadar manis dari gula tebu. -hankerlcyon, 2O2O
All Rights Reserved
#67
nctlokal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kue Manis & Rasa Pahit | Hyuckna
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Perihal Sandwich(End)
  • crazy and crazy
  • OSIS
  • WALKIE TALKIE|JUNG JAEHYUN✓
  • Work-Love Balance (ON HOLD)
  • SATU RAGA SERIBU LUKA |

Haechan > Harsa Jaemin > Dikara Dikara cuma seorang penjaga toko. Takdirnya nggak semulus orang lain. Dia dituntut dewasa lebih cepat demi adik-adiknya, dan diminta mengalah terus-menerus demi kakak-kakaknya. Jadi bagian dari sandwich generation bukan hal yang mudah. Setiap hari, ada saja konflik, baik di rumah, maupun di tempat kerja, yang entah kenapa selalu berakhir di pundaknya. Yang Dikara inginkan sederhana, Sedikit ruang untuk bernapas. Menikmati sisa gaji yang pas-pasan untuk secangkir kopi di pinggir jalan, atau membeli kue manis yang dulu cuma bisa ia lihat dari balik etalase. Tapi hidup tak pernah benar-benar memberi jeda. Ekonomi keluarganya yang timpang membuat Dikara jadi seperti aset, dipakai untuk membayar semua biaya hidup masa lalu yang bukan salahnya. Sampai suatu hari, takdir sebagai kasir mempertemukannya dengan Harsa, seseorang yang sejak kecil punya segalanya, yang hidupnya tampak mudah dan nyaris tanpa luka. Namun justru Harsa lah yang menolak semua privilege-nya. Ia memilih kebebasan dengan cara yang tak biasa, dan perlahan, tanpa sadar, menarik Dikara masuk ke dalam labirin miliknya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines