Open-Minded, Why Not?

Open-Minded, Why Not?

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, Nov 2, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Sebuah esai mengenai open-minded, seni berpikir toleransi masa kini. "Jadi orang jangan terlalu open-minded karena itu pemikiran budaya barat supaya mereka dapat akseptasi dari kita." Di saat itu pula, saya menepuk kening dan mendesah pelan. Huft. Open-minded, sekiranya frasa itu menjadi populer di beberapa tahun belakangan ini. Sebuah pola pikir yang dicap menakjubkan jika tertanam pada paradigma seseorang. Menunjukkan kalau orang itu memiliki kualitas sumber daya yang baik. Namun, enggak sedikit orang lho, yang enggak setuju dengan pemikiran open-minded ini. Lho, kenapa demikian? Apa yang salah dengannya? Dan kalau begitu, apa itu open-minded? *** Kaver dibuat oleh Canva.
All Rights Reserved
#4
gerakan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  L.T.D(LATEST THE DISSILUSION)
  • No Words for Us
  • childhood friend
  • EXOBANGTAN [END]
  • Batas-Batas Eksistensialisme
  • i don't want to - PARK JIHOON [End]
  • krowjaki and y/n
  • Dreamer
  • Lengah Dikit Oversharing sama Kang Cilok (JOONGDUNK)

"Semua orang berhak mengagumi! Semua orang berhak dikagumi! Lalu,apa salahnya jika sesorang itu mengalami keduanya?" "Yapss,dunia ini hebat selalu memberikan kejutan disetiap detiknya.Entah ,itu buruk atau sebaliknya." "Satu kali dikecewakan,apa kelak akan dikecewekan juga?" °°° Happy Reading °°°

More details
WpActionLinkContent Guidelines