Story cover for Open-Minded, Why Not? by FanauSas
Open-Minded, Why Not?
  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
Complete, First published Oct 31, 2019
Sebuah esai mengenai open-minded, seni berpikir toleransi masa kini.

"Jadi orang jangan terlalu open-minded karena itu pemikiran budaya barat supaya mereka dapat akseptasi dari kita."

Di saat itu pula, saya menepuk kening dan mendesah pelan. Huft.

Open-minded, sekiranya frasa itu menjadi populer di beberapa tahun belakangan ini. Sebuah pola pikir yang dicap menakjubkan jika tertanam pada paradigma seseorang. Menunjukkan kalau orang itu memiliki kualitas sumber daya yang baik.

Namun, enggak sedikit orang lho, yang enggak setuju dengan pemikiran open-minded ini.

Lho, kenapa demikian? Apa yang salah dengannya? Dan kalau begitu, apa itu open-minded?

***

Kaver dibuat oleh Canva.
All Rights Reserved
Sign up to add Open-Minded, Why Not? to your library and receive updates
or
#70sosial
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
grateful to have you cover
Bucin || Jikyu [END] cover
Upin with his Ipin cover
No Words for Us cover
Lengah Dikit Oversharing sama Kang Cilok (JOONGDUNK) cover
angels wing ( Tamat ) cover
AKU, NIHILIS cover
Dreamer cover
Shaila(?) cover
Dia itu.. cover

grateful to have you

26 parts Complete Mature

⚠️cerita murni dari ide pikiran author jangan menjiplak nya atau meng copy. ⚠️ kita selalu baik saja hingga akhirnya jadi asing dan menghilang, tetapi masih bisa kah kita bersatu lagi?