Cold Tone that Freeze Time

Cold Tone that Freeze Time

  • WpView
    Membaca 378
  • WpVote
    Vote 108
  • WpPart
    Bab 17
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Des 5, 2019
Setiap kali Hakiem memainkan pianonya di ruang musik, ia tak pernah menghayati permainannya sendiri. Karena yang ia pikirkan hanyalah "Bermain sesuai partitur dan tanpa melakukan kesalahan". Ia bermain piano karena paksaan dari keluarganya yang menuntutnya untuk menjadi seorang pianist. Padahal mimpinya adalah bekerja di bidang biro hukum. Setiap sore, Karla selalu melewati ruang musik dan mendengarkan permainan piano yang dapat membuatnya diam membeku di tempatnya berdiri. Karla terpukau pada permainan tersebut, karena tak ada kesalahan sedikitpun yang dilakukan oleh Hakiem. Namun, pendengarannya tidak mungkin salah menilai, bahwa permainan tersebut tidak memiliki jiwa dan perasaan, apalagi hati. Jalan manakah yang Hakiem pilih dalam hidupnya? Mengikuti kehendak orang tua atau menggapai mimpinya sendiri? Dapatkah Karla mengubah keadaan? Keadaan macam apa yang Karla ingin ubah? Mampukah mereka menghadapi berbagai macam liku kehidupan? Siapkah mereka untuk menerima takdir?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#15
classic
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Payback's Sweet
  • SAYA [Seek Anything You Ask] #2
  • Alicia Stories : In Another World
  • SKY "First Time"
  • Echoes of past Longing
  • Falling for You - TERBIT
  • Fake Nerd [END]

Payback's Sweet Rasa sakit yang menggores dalam, luka yang tak kunjung sembuh, dan tekanan yang terus menghantui menjadi teman setia dalam hidupnya. Setiap malam diisi oleh bayangan masa lalu yang kelam, setiap pagi diawali dengan tekad untuk membalas penderitaan yang pernah ia alami. Namun, di balik amarah yang menyala-nyala, tersembunyi tanda tanya. Apakah balas dendam akan mengembalikan segalanya? Atau justru menjerumuskannya ke dalam kegelapan yang lebih dalam? Ini bukan sekadar kisah tentang pembalasan, tapi tentang seorang manusia yang terjebak antara keinginan menghancurkan atau kerinduan akan kedamaian. Sebuah kisah tentang luka yang tergores dalam, dendam membara, dan pembalasan yang haus akan kesempurnaan. Hidup dalam dunia yang dimana setiap kesalahan harus dibayar tunai, siapa yang akan tersenyum terakhir? ________ "Dendam itu seperti anggur yang semakin tua-semakin lama disimpan, semakin memabukkan. ketika saat pembalasan tiba, ia tak sekadar pahit, tapi juga... manis." "karena hidup bukan tentang memaafkan, tapi tentang membalas dengan senyum palsu, tipu daya yang sempurna, permainan pikiran, sampai mereka terjatuh dalam lubang yang mereka gali." __________ Setelah membaca harap vote dan komen.❤️👍

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan