Story cover for Manusia Semut by Suryoputroo
Manusia Semut
  • WpView
    Reads 482
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 482
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Oct 31, 2019
PRAKATA

Dari semua keseharian hidup gue, gue paling senang yang namanya sendiri. Menurut gue, sendiri itu adalah hal yang ngga akan jauh dari seseorang. Seseorang butuh menyendiri pada waktunya nanti. Begitu juga dengan gue, menghadapi hari demi hari gue dengan sendiri adalah hal yang biasa buat gue. Sebenernya gue ngga sendiri, ada orang tua dan temen gue yang ngga selamanya ada waktu buat gue. Semuanya sibuk dengan urusannya masing-masing, sementara gue sibuk dengan kehidupan gue setiap hari di kamar, mengurung diri dan ngga jelas mau ngapain. Ada masanya gue dan orang tua gue punya waktu weekend bersama. Perlahan demi waktu, masa itu hilang dengan sendirinya. Kangen adalah hal yang paling mutlak buat gue saat ini. Coba seandainya waktu bisa diulang, gue pengen ngulangin waktu yang sama lagi. Cerita ini gue bikin hanya ingin berbagi cerita gue dan ketika gue ngga tau lagi harus ngapain dan sudah seharusnya gue nulis ini karena gue mencoba mengeluarkan kegelisahan gue terhadap kesendirian gue ini. Moga-moga, kita bisa merasakan kegelisahan yang sama dan bisa iklhas dengan mentertawakannya.

Selamat membaca!
 
Rayhan Suryoputro
All Rights Reserved
Sign up to add Manusia Semut to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
ANDAI AKU PUNYA KESEMPATAN LAGI (TAMAT) by lolasilaban
40 parts Complete
Ini tentang aku, seorang anak perempuan diselimuti rasa rindu, penyesalan, kekecewaan, dan sakit hati. Tentang aku yang memiliki jiwa rapuh. Mungkinkah ada obatnya? Jika, ya, aku berani membayar berapa pun untuk itu. Aku tidak bercanda. Aku serius. Aku butuh obat itu agar duniaku kembali sempurna walaupun tidak pernah sempurna semasa aku hidup di alam semesta yang penuh misteri ini. Namun, siapa sangka. Ada keajaiban datang dalam hidupku. Aku berhasil menemukan obat untuk luka di tubuhku ini. Akan tetapi, obat itu tidak bisa dibayar dengan uang. Obat itu hanya bisa dibayar dengan cara paling aneh di dunia. Aku harus rela mengorban hal yang paling aku sayangi dalam hidupku. Kenapa harus diberi pilihan? Jika pilihan itu tidak bisa membuat lukaku sepenuhnya sembuh! Lalu, apa maksudnya menunjukkan obat itu kepadaku. Aku tidak mengerti dengan semua permainan alam semesta kepadaku. Benar-benar tidak mengerti. Aku marah dan menyalahkan alam semesta atas semua rasa sakit dari lukaku ini. Namun, itu tidak ada gunanya. Kenapa? Semesta tidak pernah salah. Aku yang salah karena tidak pernah memandang dari berbagai sudut. Aku hanya memikirkan diriku sendiri. Aku tidak pernah memikirkan orang lain sekalipun aku menganggap diriku tidak seperti itu, tetapi aku tidak bisa menilai diriku sendiri sebab karakter seseorang hanya dapat dinilai oleh orang lain. Akibatnya dari semua itu, aku harus belajar meredahkan amarahku dengan cara mulai memahami tujuan dan rencana alam semesta kepadaku hingga aku sadar bahwa rasa luka di tubuhku ini adalah ulahku sendiri. Kenapa? Sebab selama aku hidup, aku tidak pernah bisa memanfaatkan diriku atas kematian orang yang paling aku cintai, yaitu Lamtiur, Papa. Sosok yang berhasil mengubah duniaku menjadi penuh warna.
Mahligai Sunyi by AetherSerl
28 parts Complete Mature
Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.
You may also like
Slide 1 of 10
Di Balik Nama Zella cover
Halaman Hidupku cover
M E M O R Y  (On Going) cover
ANDAI AKU PUNYA KESEMPATAN LAGI (TAMAT) cover
Setelah Hujan ( End ✔) cover
help me!! [ End ] cover
PENGALAMAN KU, KISAH DIA cover
Mahligai Sunyi cover
Gadis Desa Jadi Milliarder (END) cover
Di Balik senyumanku cover

Di Balik Nama Zella

13 parts Ongoing

Semua orang lihat gue sebagai sosok ceria, random, manja... tapi mereka nggak tahu betapa hancurnya gue di balik itu semua. Gue selalu menahan luka sendirian. Bukan karena nggak percaya sama orang lain, tapi karena gue nggak butuh dikasihani. Gue bisa berdiri sendiri. Rumah? Apa itu rumah? Gue bahkan nggak tahu di mana tempat gue seharusnya pulang. "Dunia emang nggak adil, ya? Gue harus ngerti semua orang, tapi nggak ada yang sadar kalau gue juga pengen dimengerti. Gue capek." Gue selalu takut ketawa terlalu puas... karena gue tahu, setelahnya pasti ada aja masalah yang bikin gue nangis lagi.