Mahkota Untuk Ibu

Mahkota Untuk Ibu

  • WpView
    Reads 120
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 9, 2019
"Bocah edan! Buat makan saja kita sudah susah! Jangan mimpi untuk bersekolah! Apalagi sekolah di tempat orang kaya itu!" "Ya Allah Nak, kenapa kamu masih bertahan jika memang tidak kuat bayar?!" Tubuh ringkih itu berusaha berdiri, bertumpu pada kedua kakinya yang tak berlemak, "saya hanya ingin mewujudkan cita-cita saya." Semua mata menatapnya. Tatapan yang beragam. Kasihan, iba, cemoohan, atau bahkan hinaan. "Saya hanya ingin mahkota untuk ibu saya kelak di akhirat nanti, jadi saya akan bertahan."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sejuta Mimpi Calon Sang Pemimpin
  • ZERO TO HERO
  • Kutipan Literasi (Kumpulan Quotes) [SUDAH TERBIT]
  • Menuju Mahasiswa
  • Giwang
  • Family Strength END✔️
  • Keluh-Berkisah
  • Journey Of My Life
  • SARUNG MAN
  • PELITA DI UJUNG SENJA

Ada banyak orang yang ingin dapat meraih cita-citanya, bukan hanya sekedar sebagai impian namun bisa terwujudkan. Seperti Ana, gadis sederhana dari desa dengan sejuta impiannya, menjadi dokter pernah diteguhkan sebagai kali terakhir cita-cita yang ia inginkan sebelum akhirnya ia mengetahui bahwa cita-citanya untuk menjadi dokter tidak bisa diwujudkan, segala usaha telah ia perjuangkan agar dapat meraih cita-citanya, namun nyatanya tak kunjung membuahkan hasil seperti yang diinginkan dan duka terus menyelimuti dirinya. Karena tak ingin terus terlelap dalam dukanya, maka Ana memutuskan untuk berkuliah dengan lintas jurusan, mulai membangun segala hal dari nol dan berjuang untuk meraih cita-cita yang bukan kali pertama pernah ia impikan. Berharap setelah lulus dari kuliah, ia akan menjadi seorang pengusaha yang sukses dan terkenal.

More details
WpActionLinkContent Guidelines