Melukis Mentari

Melukis Mentari

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 3, 2019
Selesai membacakan puisi,Rifa mendapat pujian dari Bu Mila. "Kapan kapan,ibu dibuatkan puisi,ya?" Kata ibu Mila. Lita nyengir. Tapi, dia merasa tidak punya hak untuk dipuji. Saat pulang sekolah,Rifa dihadang beberapa temannya yang iri. "Heh, kamu nggak usah sombong,ya! Mentang mentang dipuji bu Mila!"bentak Nera."iya,memangnya cuma kamu yang bisa bikin puisi bagus? Jangan sombong dulu,deh! Kamu pasti bakal kalah indah bikin puisinya dibandingkan dengan sepupuku. Dia itu penyair cilik!"semprot putri seenaknya. Hmmm ... apa yang akan terjadi selanjutnya? Kenapa teman temanya Rifa iri kepadanya?
All Rights Reserved
#780
setia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Amami
  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  • REVANO UNTUK REVA
  • ALRIN
  • ketika senja menyapa
  • Cinta Syarifa (Completed)
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • ALGARA & ALTARA [End]✓
Amami

Riksa hanya anak badung dan biang onar di sekolahnya. Dia bebas melakukan apapun yang dia mau. Memang siapa yang akan melarangnya? Orang tua? Tidak ada. Bahkan baginya, rumah sudah bukan lagi tempat Riksa untuk pulang. Orang tuanya berpisah dan bodohnya lagi papanya masih mengharapkan istrinya kembali. Sedangkan mamanya... entahlah, mungkin wanita itu kembali pada cinta pertamanya. Atau bahkan lebih baik ia tidak usah kembali. Karena terakhir kali bertemu, mamanya hampir membuat nyawa Ester melayang. Namun di dalam hati, Riksa masih menginginkan kehangatan dan cintanya kembali lagi seperti dulu. Diam-diam berdoa dalam dan meminta waktu untuk bisa ia putar kembali. Tapi Riksa sadar, hal itu tidak akan terjadi karena ia bukan Tuhan. Sekarang lelaki itu hanya berharap bahwa suatu saat ada seseorang yang akan datang membawa cintanya yang hilang, sesuatu yang dulu sempat Riksa buang, sesuatu yang pernah Riksa lupakan, sesuatu yang dulu sempat ia rasakan di tengah keluarganya yang saat ini telah hancur. Jika seseorang itu mampu memberikannya semua itu dan memberikan satu hal lebih lagi pada Riksa, ia berharap orang itu pun mampu memperbaiki dirinya yang kini telah rusak serta mengisi kekosongan hatinya. Tapi selama waktu itu akan datang, Riksa harus berbuat apa? Apakah seseorang itu memang akan datang padanya? Jika tidak, dia harus bagaimana? Apakah Riksa harus terus berdoa pada harapan semu hingga akhir masa hidupnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines