Dalam Diam✔

Dalam Diam✔

  • WpView
    Reads 352
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 14, 2021
#Dalamdiamseries "Nih, biar lo nggak kehujanan." Tubuhku seketika membeku. Sungguh, aku sangat kenal pemilik suara itu. Aku berusaha membalikkan badan, melihat pemilik suara itu dengan tubuh gemetar. Dan benar saja, dia lah orangnya. Tanpa ku sangka, dia mengulurkan payung yang digenggamnya. Aku bergeming, menatap payung itu antara percaya atau tidak. "Ambil!" "Tapi-" Dia menatapku tajam dan dingin. Membuat keberanianku yang sudah aku kumpulkan untuk menatapnya semakin lama semakin surut. Aku menerimanya dengan tangan gemetar. Lalu dia berbalik, menuju gedung sekolah dalam keadaan basah kuyup. Lagi-lagi dia meninggalkanku sendiri tanpa sedikitpun memikirkan perasaanku selama ini. Kadang aku juga membenci diriku sendiri, yang sudah berani membuka hati untuk seseorang yang belum pasti. Cukup dulu saja aku berani ungkapkan rasa. Cukup dulu saja aku mengorbankan harga diriku hanya demi cinta.
All Rights Reserved
#130
mencintaidalamdiam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imam untuk Gladysa✓
  • ZuNaya
  • Mencintaimu Dalam Diam     (On Going)
  • Assalamualaikum Imamku
  • Inikah Cinta?
  • UNSPOKEN, YET ALWAYS FELT [ ROMANSA REMAJA ISLAMI ]
  • 𝐀𝐁𝐎𝐔𝐓 𝐈𝐌𝐀𝐌 (ON GOING)
  • Ning Salwa!
  • Secret Admirer
  • Perihal Mengikhlaskanmu [TAMAT]

Gladysa Makmuma Al-Fath. Seorang perempuan yang selalu mengusik ketenangan seorang Imam El. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Galydsa sangat membenci Imam, beda dengan kaum Hawa lainnya yang selalu memuji Imam bagaimana pun keadaannya. Yang satu kalem, yang satu cerewet. Yang satu tenang, yang satu emosian. Yang satu bodo amatan, yang satu selalu nyinyir. Yang satu adem anyem, yang satu selalu kepanasan. "SUMPAH! GUE BENCI BANGET! KENAPA PAPI GUE NAMAIN GUE ADA MAKMUMNYA?!" "Lo emang tercipta buat jadi makmumnya Imam, Sa." "NAJIS!" Imam itu alim, tenang, ketua hadroh, pengurus rohis, ketua OSIS. Para fansnya kalo ngeliat dia rasanya udah kayak tiduran di ubin Masjid. Adem banget, apalagi kalo habis ngerjain soal MTK. Beda lagi kalo Gladysa yang ngeliat Imam, bawaannya panas mulu. "Senyum mulu, sok cool pula! Dih, amit-amit. Sok kegantengan banget! Gantengan juga Papi gue. Alay banget, tuh, cewek-cewek! Dasar tukang caper!" Hingga suatu kejadian membuat Gladysa ingin hilang dari muka bumi ini, terlebih kedua orang tua mereka amatlah dekat. ×××× "Info! Cewek kalo ultah biar seneng dikasih apa?" "Qobiltu." Imam tersenyum kecil. "Lo ngode? Tapi, kan, gue udah ngucap qobul." "Lo ketagihan gue halalin?" Satu lagi tentang Imam, cowok itu selalu iseng dengan orang-orang tertentu. Yang satu tukang ngisengin orang, yang satu tukang salting ala-ala dedemit. "Ketika jatuh cinta pilihannya hanya dua. Bersatu dalam akad atau berpisah dalam taat."

More details
WpActionLinkContent Guidelines