SMART GIRL VS BAD BOY

SMART GIRL VS BAD BOY

  • WpView
    LECTURAS 471
  • WpVote
    Votos 75
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, dic 25, 2019
"gue heran deh sama lu, knp lu setiap hari selalu aja bikin ulah terus di sekolahan? dan juga lu sering banget berlangganan sama ruang BK" tanya Lisa Ariana Putri. "yaa...klo itu sih emang udah jadi sarapan gue setiap hari bolak balik ke ruang BK" tanya Adinata Reynand. "sekarang gue tanya balik sama lu, lu kenapa dah punya otak udah kaya otaknya Albert Enstein?" tanya nya kembali kepada lisa. "kalo itu sih emang udah takdir gue dari lahir"Ucap lisa. " hahaha,lucu lu"kata reynand dengan nada tawanya. "emang gue lucu" ucap lisa. Gimanakah kisah mereka selanjutnya?Akankah mereka akan mempunyai rasa cinta ataukah tidak?Tunggulah di part selanjutnya ~Bahasa Non Baku ~Maaf ye kalau gaje soalnya baru pertama kali buat wattpad:v
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Sahabat atau Pacar [TAMAT]
  • ELGITA  (TERBIT)
  • My Perfect Arland
  • The Most Wanted
  • Mas! || ThomasKong✔
  • SALSABILLA ( END )
  • Aku Dan Perasaanku
  • My Beauty Clara
  • Semesta (offGun)

[BELUM DI REVISI] So, typo masih berserakan~ About, dua pilihan yang sulit ditentukan. --------------------------------------------------- "Gue nggak mau basa basi" Rehan memalingkan wajahnya. "Gini aja.. Gue kasih pilihan buat lo. Gue atau Rendy?" "Emangnya salah gue apa sih sampe lo kayak gini?" Fix, gue nangis sekarang. Gue tau apa salah gue. Tapi sampe melampaui batas apakah kesalahan gue sampai sampai Rehan kayak gini ke gue? "Lo tanya salah lo apa, apa nggak bisa intropeksi diri yah?!" Mendengar kalimat itu keluar dari bibir Rehan, semua badan gue gemeteran. Entah karena nada suaranya yang meninggi ataupun auranya yang seolah ingin menerkam gue sebagai mangsanya. Gue mencoba menetralkan semua badan gue yang gemeteran dan menyeka air mata yang udah nggak kehitung lagi jumlahnya. Diam sejenak. "Kalo lo mau jawaban dari gue, gue nggak bisa jawab. DAN GUE NGGAK BISA MILIH" Ucap gue dengan penuh penekanan. ®2019

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido