Don't Blame Me

Don't Blame Me

  • WpView
    Reads 126
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 11, 2019
Ini adalah kisah seorang gadis korban broken home bernama Sheera yang sudah 3 tahun tinggal bersama keluarga pamannya di Bandung. Semenjak Papanya mengajak dia kembali ke Jakarta, hidupnya banyak yang berubah. Banyak hal yang terkuak dari dirinya setelah selama ini tidak ada siapa pun yang mengetahui. Bahkan karena rahasia ini, keluarga sendiri membuang dan menganggapnya sebagai orang gila. Tapi tidak dengan adik tiri dan Rafka. Mereka rasa ada kejanggalan dari semua peristiwa ini. Apa yang terjadi? Hanya Rafka yang tahu. Tapi siapa dia? Penasaran kan? Ayo buruan dibaca sekarang. Cari tahu apa sih rahasia Sheera. Dan apa hubungan Rafka dengan Sheera?
All Rights Reserved
#297
tae
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALZEA : FEATURED SOULS
  • CLAREZO TRANSMIGRATION (Ending)
  • Being Aurora
  • Axevelia is Devil
  • Broken
  • LENGKARA

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee

More details
WpActionLinkContent Guidelines