De la luna

De la luna

  • WpView
    Reads 70,351
  • WpVote
    Votes 4,900
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Apr 21, 2020
"Kenapa gak kalian jadiin aja sih hubungan kalian, kan sama-sama jomblo?" Ucap Mba Marta saat kami sedang makan siang di pantry. Kami hanya saling bertatapan dan Laluna memilih untuk mengalihkan pandangannya dan membiarkan pertanyaan kali ini dijawab oleh orang lain, lelah juga harus menjawab pertanyaan yang sama berulang kali. "hahaha, lo orang yang ke sekian ta nanya kayak gitu." celetuk Mas Bagas sambil terbahak dan menepuk punggung kenan "gw juga bingung kenapa gak nikah aja sih kalian ken?" lanjutnya. "Udah ah balik ke meja ntar di cariin Bu Yola." seru ku mengalihkan pertanyaan Mas Bagas dan Mba Marta. Saat kami sudah kembali di cubicle masing-masing sebuah pesan masuk ke smartphone ku. "Iya ya Lun, kenapa kita gak nikah aja ya? Lo mau nikah sama gw?" "jangan gila lo ken? sana cuci muka, masih ngantuk kayaknya lo" balas ku sambil melotot kearahnya yang berada di pojok dekat ruangan Bu Yola. #cover from google
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Celebrity And Her Perfect Match | MYUNGZY COUPLE
  • Be My Husband [END]
  • ANGKASA
  • Mendadak Nikah [Menikah Dengan Duda] Proses TERBIT
  • Laila, Nikah yu! (Revisi)
  • Belum Siap
  • FIRST YOU AND ONLY YOU
  • Letha
  • Cinta Selamanya [E N D]

DISCLAIMER: Cerita ini hanya fiksi belaka. Author hanya meminjam nama tokoh, tempat, dan merek untuk kebutuhan cerita. Cerita milik author, sedangkan Idol milik orang tua dan agensinya.🧡 Judul sebelumnya: Hello, "Bagaimana kalau kita berkencan?" "Aku tidak bisa berkencan dengan seseorang yang hatinya masih dipenuhi oleh wanita lain." "Aku sedang di jalan untuk melupakannya." "Aku tidak mengerti," ucapku sambil mengerutkan hidung. Ini benar-benar aneh, kami tidak sedekat itu-meskipun aku tahu ada perasaan lain setiap kali kami dekat-tapi disini maksudku adalah dekat secara fisik, bukan dekat seperti seorang teman lama. "Kenapa kau mengajakku berkencan? Kau ingin membuat skandal dengan aktris secantikku? Atau karena kau merasa harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kau sebabkan?" "Entahlah..." Myungsoo memandang lurus ke depan, pada mobil-mobil yang berjejer terparkir rapi di basement. "Aku hanya mengambil peruntungan, mungkin saja pertemuan kita lebih dari sekadar kebetulan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines