Cinta Tak Berujung

Cinta Tak Berujung

  • WpView
    Reads 174
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 24, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Kehidupan ku begitu penuh drama, rumit, dan memuakkan. Kamu datang untuk memberiku secercah cahaya, dan aku membawamu dalam kegelapanku." Marliana "Aku tidak peduli akan kehidupan mu yang pelik. Aku menerimamu apa adanya, aku akan berusaha menjadi cahayamu dan memberikan kebahagiaan untukmu, Sebisaku." Hahan Hahan dan Marliana adalah pasangan yang terbilang unik dan rumit. Memiliki sifat yang begitu berbeda dan saling bertolak belakang. Namun, mereka berusaha untuk menyesuaikan diri dan saling melengkapi. Berbagai konflik dan masalah mereka hadapi bersama. Akankah mereka bisa bertahan? Penasaran!!? Yukk baca kelanjutannya!😉 Jangan lupa Vote n Comentnya yaa😉, Vote anda harapan saya hehehh😅😅
All Rights Reserved
#26
hf
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • My Bromance [18+] End
  • Let It Fall [Tamat]
  • MY TOXIC RELATIONSHIP? - HEERINA
  • ARLEA [ON-GOING]
  • Apa Itu Cinta? (Completed)
  • ��𝐒𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐚𝐬𝐚𝐧 𝐏𝐚𝐭𝐚𝐡 𝐇𝐚𝐭𝐢 (𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠)
  • Waktu Awan dan Rembulan
  • My boyfriend is someone famous In school (END)
  • HAKANA (Boundaries Were Never Our Thing)

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines