seperti biasa nya senja itu terlelap di pangkuan malam, setelah seharian bergelut dengan siang. siang yang selalu menjanjikan segala harapan tanpa kepastian untuk hari esok. sungguh betapa kejamnya dunia yang telah memperdaya jiwa-jiwa yang lemah itu. duhai malam dekap lah mereka dalam dalam pangkuan mu bersama senja yang sedari tadi telah kau dekap.
malam ini aku masih terjaga sebab aku ingin bercerita tentang dia, tentang dia yang pernah mengisi ruang kosong di jiwaku. tentang dia yang pernah berusaha untuk mendapatkan dan berusaha untuk melupakan pada sebuah kata pergi. pergi bukan untuk sebentar melainkan untuk selamanya.
hari itu tepat jam 08:00 PM, tanggal Februari 2017 kota Jogja masih di guyur hujan deras. di caffe tempat aku melarikan diri dari tugas-tugas kuliah yang bertumpuk. awal mula aku bertemu Dengan Irma, kami berada di ruang yang sama namun belum saling menyapa. Irma dan buku nya sedangkan aku asyik memperhatikan nya.
"selamat malam..!!"
Itu kali pertama aku menyapanya, kali pertama aku menegurnya, kali pertama aku memberanikan diri untuk menyapa perempuan.
"iyaaa, selamat malam juga.!!''
"boleh duduk di sini.?" tanya ku padanya dengan harapan agar dia membolehkan.
sungguh betapa grogi nya aku saat menyapa nya, manis senyumnya saat sedang tersenyum ketika membaca membuat ku memberanikan diri untuk mendekati nya.
All Rights Reserved