tentang mu

tentang mu

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 1, 2019
seperti biasa nya senja itu terlelap di pangkuan malam, setelah seharian bergelut dengan siang. siang yang selalu menjanjikan segala harapan tanpa kepastian untuk hari esok. sungguh betapa kejamnya dunia yang telah memperdaya jiwa-jiwa yang lemah itu. duhai malam dekap lah mereka dalam dalam pangkuan mu bersama senja yang sedari tadi telah kau dekap. malam ini aku masih terjaga sebab aku ingin bercerita tentang dia, tentang dia yang pernah mengisi ruang kosong di jiwaku. tentang dia yang pernah berusaha untuk mendapatkan dan berusaha untuk melupakan pada sebuah kata pergi. pergi bukan untuk sebentar melainkan untuk selamanya. hari itu tepat jam 08:00 PM, tanggal Februari 2017 kota Jogja masih di guyur hujan deras. di caffe tempat aku melarikan diri dari tugas-tugas kuliah yang bertumpuk. awal mula aku bertemu Dengan Irma, kami berada di ruang yang sama namun belum saling menyapa. Irma dan buku nya sedangkan aku asyik memperhatikan nya. "selamat malam..!!" Itu kali pertama aku menyapanya, kali pertama aku menegurnya, kali pertama aku memberanikan diri untuk menyapa perempuan. "iyaaa, selamat malam juga.!!'' "boleh duduk di sini.?" tanya ku padanya dengan harapan agar dia membolehkan. sungguh betapa grogi nya aku saat menyapa nya, manis senyumnya saat sedang tersenyum ketika membaca membuat ku memberanikan diri untuk mendekati nya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Senja Dan Rindu
  • Just Ordinary Love Of a Girl
  • Cahaya Semu
  • Anaking
  • Senja Di Pesantren
  • Senja Yang Tak Kembali
  • Pelangi Di Atas Mendung

begitu kelelahan mulai menyeruak, mengaduh suasana gelap berteman lagu sendu pilu, ku coba tuliskan segalanya tentang isi hatiku yang menolakmu ada dalam pikiranku lagi. ketika yang ku tahu bahwa sia-sia selama ini selalu berharap padamu. sia-sia untuk waktuku yang terbuang merindukanmu. ~ ketika aku diberi kesempatan memilikimu, tidak dengan waktu yang lama, senda gurau kita berubah diam. tak bertegur sapa layaknya tak pernah kenal sebelumnya. tak ada salam perpisahan, setidaknya berusaha membuat keadaan pahit itu menjadi manis sebelum kita benar-benar tak saling melihat lagi, Tidak ada! baru saja aku berusaha mengucapkan kata "sayang" padamu. barusaja aku menghapus kenangan lama. namun, kamu datang lagi dengan kisah yang sama. meski kadang aku merasa bodoh, dengan keistimewaan yang mengecewakan. aku cukup bahagia sempat, sekali saja, bersamamu. menghabiskan separuh malam kita bercerita ria lewat handphone. Terima kasih teruntukmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines