"Ra gue sayang plus cinta sama salah satu rakyat Indonesia, tapi gue gak ungkapin soalnya gue takut ditolak."
Ara tertawa mendengar pemaparan Arham "Hahaha.. Lo ada ada aja cemen banget. Gini ya kalau cinta ungkapin meski hasilnya gak sesuai harapan setidaknya gue yakin itu bakal jadi cinta yang indah."
-Ara
***
"Eh Arham seandainya lo dikasih dua pilihan antara jadi bulan dan bintang lo mau jadi apa?."
Arham tersenyum kearah Ara lalu dia menarik nafas dengan tenang "Gue gak mau jadi dua duanya Ra" Ara mengerutkan keningnya heran "Lah kenapa?."
"seandainya gue jadi bintang, gue cuman bisa dipandang, itu juga jauh banget, seandainya juga gue jadi bulan sama juga cuman bisa dipandang dan jauh juga. Kalau disuruh milih sih gue pengen jadi udara aja, biar selalu ada dimana pun lo berada dan slalu dibutuhin kan sama lo, Yang artinya lo gak akan bisa lepas dari gue."
-Arham
***
Kisah mereka bisa dikatakan indah, namun sayangnya Arham telat mengungkapkan perasaan yang sebenarnya pada Ara, dirinya baru menyatakan perasaannya ketika Arham ditunangkan paksa dengan mantannya.
Apakah Ara dan Arham akan kembali seperti masanya, masa yang sangat banyak meninggalkan kenangan-kenangan indah.
"Apa yang lo suka dari dia? "
"Gue nggak inget warna matanya, nggak inget bentuk rambutnya, nggak inget senyumanya.Tapi Ini bukan seberapa gue hafal tiap bentuk fisiknya,tapi ini lebih ke apa yang gue rasain saat ada didekatnya ".
"Yaitu nyaman.. "
-Bara Athala-
Cinta yang menantang takdir,saat tak ada kata restu dari semesta,bahkan langit pun tak bisa menyatukannya dan membuat jarak seperti bulan dan matahari,,
saat itu juga semesta menciptakanya,yang tidak bisa ditentang siapapun..
{ADEUS }....