Crazy Playboy

Crazy Playboy

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 2, 2019
Hanya bermodal wajah tampan dan gaya keren mampu menutupi image buruk yang dimiliki cowok brengsek satu ini. Jingga, dicap sebagai playboy dan juga biang onar tidak membuat kaum hawa menjauhinya. Justru sebaliknya, kaum hawa malah semakin gencar mengincar cowok brengsek ini. Entah memang karena suka atau hanya ingin numpang tenar. Tapi dari sekian banya perempuan ada satu gadis normal, yang sama sekali tidak terpengaruh pada pesonanya. "Gue sih illfeel banget ngeliat muka dia. Pinter nggak, setia juga nggak. Gue rasa cuma orang goblok yang suka sama dia." Hal ini membuat Jingga terusik. Dia bertekad mematahkan persepsi gadis ini tentangnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After J (Complete)
  • Pelangi [COMPLETED]
  • DI ANTARA KITA ADA DIA ? [COMPLETED]
  • Caramel
  • Unforgettable Love
  • Beri Aku Waktu Satu Bulan
  • Elvina [COMPLETED]
  • 𝐏𝐋𝐀𝐘 𝐆𝐈𝐑𝐋 𝐊𝐀𝐋𝐄𝐀
  • Fuck Boy
  • RAISEN

Note: mengandung kata kata kasar dan adegan yang cukup kasar juga. "Masih cantik juga Lo, tidur berapa tahun? Huh?" Tanyanya, lagi-lagi Jingga menghardik tangan cowok itu. Mata Jingga tertuju kebelakang tribun dimana masih ada Alfa yang tengah meninju seorang cowok berkacamata, Jingga tak kenal cowok berkacamata itu, mungkin dia berbuat masalah dengan dua iblis itu. "Gue ngomong sama elo! Liat gue!" Bentak Juna. Sontak, Jingga langsung menatap Juna dengan nafas yang mulai memburu. Lagi, Juna tersenyum miring lalu berdecak "Bangun!" Perintahnya sebari ia bangkit dari jongkoknya. Jingga meremas pinggiran roknya takut tanpa mau menuruti perintah Juna, membuat cowok tuh bertambah marah "Bangun anjing!" Bentak Juna. Gadis mungil itu perlahan bangkit, belum tegak ia berdiri sebuah tangan milik Juna mencekik lehernya membuat oksigen yang masuk maupun akan keluar begitu sesak. Jingga memukul-mukul lengan Juna dengan kedua tangannya "Kak, le-pa-sin" ucap Jingga susah payah. Bukannya melepaskan, Juna malah mengunakan kedua tangannya untuk mencekik leher Jingga membuat gadis itu bertambah lemas.

More details
WpActionLinkContent Guidelines