Stranger

Stranger

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 21, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Bertemu atau berpisah mungkin suatu hal yang biasa terjadi dalam kehidupan, tapi kali ini tidak bagi Daniel dan Tania" Kehilangan seseorang adalah sesuatu yang selalu ingin dihindari semua orang. Terlebih ketika sebelumnya orang itu sempat mengisi hari - harimu dan membuat waktu terasa sangat singkat. Daniel dan Tania yang bertemu tanpa pernah direncanakan tidak akan pernah tahu apakah semuanya akan berakhir dengan perpisahan atau berpisah tanpa berakhir.
All Rights Reserved
#13
-friendship
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • Memory Of First Love [Completed] ✓
  • Dia
  • BIGASHA |-END-|
  • Candala [2]
  • Sawala [1]
  • DIENVALO
  • Of 20❣️ Centimeters ✔️[End]
  • Unforgettable, every second of it
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines