Story cover for Kenanga by AlshaWahida
Kenanga
  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
Complete, First published Nov 02, 2019
Mature
Terbaring di bangsal rumah sakit. Tanpa rasa, gerakan, penglihatan, dan penanda. Ia hanya menunggu waktu, kapan perjalanan hidupnya terhenti. Sungguh, pengabdiannya sebagai ibu, anak, sekaligus istri, menjadi pelajaran dan hikmah buatmu perempuan-perempuan hebat di luar sana.

Kini, Ia menanti satu per satu anaknya untuk hadir memaafkan dan meminta maaf padanya. Hingga rasa sakit dan leganya berkurang. Siapa yang tak ingin menaikkan derajat diri dengan menggugurkan dosa. Meraih pahala dengan pengabdian dan amanah. Betapa, tetes airmata tak mampu membalas budinya.

Kenanga, perempuan tegar di Pulau Bintan. Serial perjalanan dan penantian mamak di ujung hidup.
All Rights Reserved
Sign up to add Kenanga to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 7
TOUCHED (End) cover
Sudut Luka Nazea cover
Kekasih Halalku  cover
Keluarga di Ujung Senja cover
A Letter to My Sister cover
Luka dan Obatnya cover
Mi Frourà cover

TOUCHED (End)

40 parts Complete

Cerita hanyalah fiktif belaka, jika ada kesamaan nama, kejadian dan tempat maka itu adalah unsur ketidaksengajaan Hanum harus merasakan pahit ditinggalkan oleh suaminya dalam kecelakaan saat pergi bekerja. Bersama dengan anaknya Azka yang baru berumur 3 tahun, Hanum yang berusia 28 tahun harus menjadi ibu dan berusaha membuat Azka tak pernah merasa kekurangan terhadap sosok ayah. Namun ketika kesempatan kedua datang, di waktu yang tidak pernah ia sangka, dengan orang yang tidak pernah terlintas dalam benaknya, akankah ia menyambutnya? ○○○ Menyandang status "duren" alias duda keren di kantor selama 8 tahun bukan hal yang mudah bagi Andre. Selain ia tahu bahwa kisah perceraiannya akan menjadi bahan gosip sepanjang masa, sudah tak terhitung perempuan-perempuan yang mencoba flirting mencari perhatiannya. Di usia 40 tahun bukannya tertarik Andre justru semakin ingin menarik dirinya dari dunia luar selain rumahnya dan kelompok bersepedanya, malas berurusan dengan semua itu. Namun tidak ketika melihatnya, Andre justru ingin berlama-lama melihat sosoknya, memang benar entah kenapa tapi merasakan nyaman tanpa alasan itu memang ada.