Kenanga
  • WpView
    MGA BUMASA 34
  • WpVote
    Mga Boto 7
  • WpPart
    Mga Parte 2
WpMetadataReadMatureKumpleto Sun, Nov 3, 2019
Terbaring di bangsal rumah sakit. Tanpa rasa, gerakan, penglihatan, dan penanda. Ia hanya menunggu waktu, kapan perjalanan hidupnya terhenti. Sungguh, pengabdiannya sebagai ibu, anak, sekaligus istri, menjadi pelajaran dan hikmah buatmu perempuan-perempuan hebat di luar sana. Kini, Ia menanti satu per satu anaknya untuk hadir memaafkan dan meminta maaf padanya. Hingga rasa sakit dan leganya berkurang. Siapa yang tak ingin menaikkan derajat diri dengan menggugurkan dosa. Meraih pahala dengan pengabdian dan amanah. Betapa, tetes airmata tak mampu membalas budinya. Kenanga, perempuan tegar di Pulau Bintan. Serial perjalanan dan penantian mamak di ujung hidup.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Kara: I Left God at The Door
  • Lima Tahun Tanpa Kata
  • Sudut Luka Nazea
  • TOUCHED (End)
  • LANGIT TERAKHIR UNTUK PELANGI
  • Kekasih Halalku

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman