Langit dan Pasir Pantai

Langit dan Pasir Pantai

  • WpView
    LECTURAS 45
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, nov 3, 2019
mengisahkan tentang seorang anak laki laki bernama Ran yang trauma pada bencana Tsunami yang membuat orang orang yang dicintainya meninggal, hal tersebut membuat Ran membenci pantai, Bumi, bahkan Tuhan. lalu disaat saat terpuruk nya tiba tiba datang lah seorang gadis cantik dipesisir pantai entah dari mana gadis tanpa nama itu, gadis itu berusaha menyadar kan Ran bahwa Tuhan dan bumi itu tidak kejam. Sebenarnya siapa kah gadis cantik tidak benama itu? apakah gadis tersebut seorang Dewi? hmm ayo baca Cerita nya ya... (*^^*)//
Todos los derechos reservados
#821
ketakutan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Penuh Luka (On Going)
  • Aneyra -after meet you
  • Yang Tersisa Dari Cinta [ END ]
  • Hutan Terlarang [END]
  • Diary of the Cursed Eyes | ✔
  • Diary Raka [Selesai]
  • Secercah Cinta
  • Cermin Luka
  • HANYA AKU DAN KAMU

No copas! Cerita ini hanya fiksi, hasil ide saya sendiri! Kisah ini tentang seorang gadis muda yang hidup dengan luka batin yang mendalam akibat ayahnya membiarkan ibunya untuk wanita lain. Luka ini tidak hanya mempengaruhi ibunya, tetapi juga dirinya sendiri. Ia tumbuh dengan perasaan tidak cukup baik, merasa bahwa dirinya tidak cukup berharga di mata ayahnya. Ia harus menghadapi setiap masalah dan ucapan dari ayah nya dan wanita pelakor itu. Namun, di tengah-tengah kesedihan dan kekecewaan, ia berusaha untuk bangkit dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. Melalui perjalanan hidupnya, ia belajar untuk menerima keadaan dan memaafkan ayahnya, meskipun itu tidak mudah. Cerita ini adalah genre perjuangan, kesedihan, dan proses penyembuhan, serta bagaimana seseorang dapat bangkit dari keterpurukan dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. ••• Dengan langkah cepat, Hendra menghampiri Melia yang melihat dirinya datar. "Apa yang kau lakukan, Melia?!" tanya Hendra dengan nada tingginya. Melia melirik pada Rina sebentar yang meringis kesakitan, lalu menatap Ayahnya lagi yang berada di hadapannya. "Ayah punya mata 'kan?" Melia bukan menjawab melainkan memberi pertanyaan. "Aku hanya berlatih melempar benda pada tempatnya kok," lanjutnya lalu melangkah pergi. "Melia!" Penasaran dengan alurnya? baca yok, jangan lupa follow dulu💋

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido