Erina #LMLY2 [SELESAI]

Erina #LMLY2 [SELESAI]

  • WpView
    Reads 2,638,987
  • WpVote
    Votes 169,425
  • WpPart
    Parts 49
WpMetadataReadComplete Sun, Jul 5, 2020
WpInfo
Fiction
Social Themes
[PART LENGKAP] "Satu kekurangan tak bisa menutupi seribu kelebihan." Erina gadis baik yang kehilangan salah satu kakinya karena sebuah kecelakaan. Tapi Erina selalu menerima takdirnya, bagi Erina semua pemberian yang Allah beri jika Allah ingin mengambilnya kembali ia harus ikhlas. Takdirnya kembali ketika Erina di pertemukan dengan sahabat Bapaknya--Pak Handoko yang memintanya menikah dengan putra tunggalnya. Dan karena sebuah hal akhirnya Erina menerimanya dengan ikhlas. Bu kania, istri Pak Handoko yang menjadi Ibu mertuanya tidak dapat menerimanya menjadi menantu karna menganggap Erina membuat malu kluarganya karena cacat. Dan Rayhan suaminya yang bersikap dingin kepadanya membuat Erina harus ekstra sabar menerima semua ini. Kisah ini bercerita tentang perjodohan antara Erina dan Rayhan. SELAMAT MEMBACA #070120
All Rights Reserved
#105
marriagelife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DIBALIK DINGINMU, ADA AKU.
  • Call It What You Want (END)
  • Let Me Love You (Complete✔)
  • Setulus Kasih Aisyah [Terbit]
  • My Mine(End)
  • BUNGAKU TELAH KERING [Belum revisi]
  • Our Secret [SUDAH TERBIT]

Mohon maaf sebesar-besarnya jika ada kesamaan cerita, karakter, atau alur dengan karya penulis lain. Cerita ini murni hasil imajinasi pribadi dan tidak ada unsur kesengajaan untuk meniru atau menjiplak. ⚠️Utamakan follow sebelum membaca! HAPPY READING Pernikahan ini seharusnya menjadi awal yang indah. Zakia menerima Rayyan tanpa ragu, tanpa tahu bahwa di hatinya masih ada nama lain yang lebih dulu mengisi. Rayyan tidak pernah menunjukkan bahwa ia menyimpan luka, tapi ada sesuatu dalam sikapnya yang tak bisa Zakia pahami. Ia baik, tapi tak sepenuhnya ada. Ia perhatian, tapi terasa hampa. Zakia menunggu, berharap waktu akan membuatnya memahami. Hingga suatu hari, kebenaran itu datang secara tiba-tiba, tepat dimalam pernikahannya. Ia bukan satu-satunya di hati suaminya. Lalu, apakah kesabaran bisa meluluhkan hati yang tak pernah benar-benar terbuka untuknya? Ataukah ia hanya bertahan dalam pernikahan yang tak akan pernah memberinya tempat?

More details
WpActionLinkContent Guidelines